TIM PEMANTAU KRISIS PANGAN AKAN BERTOLAK KE WAINGAPU

Written By Admin on Rabu, April 07, 2010 | Rabu, April 07, 2010

MI: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim tim pemantau krisis pangan ke Kabupaten Sumba Timur untuk mengidentifikasi kondisi warga yang sedang dilanda ancaman kelaparan.

Tim yang akan bertolak ke Sumba Timur pada Kamis (8/4) berasal dari lima instansi, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, dan Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTT.


Sekretaris BPBD NTT Blassius Jamun mengatakan, tim akan melakukan verifikasi terhadap laporan bupati Sumba Timur yang menyebutkan warganya kini dalam kondisi lapar karena gagal panen dan gagal tanam. "Tim ke sana (Sumba Timur) untuk melihat langsung kondisi masyarakat apakah benar seperti yang dilaporkan bupati," katanya di Kupang, Rabu (7/4).


Laporan Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora mengenai kelaparan di daerahnya ternyata disampaikan sejak 1 Maret lalu. Tetapi, laporan itu baru direspon setelah media massa menyiarkan bencana kelaparan tersebut mulai awal pekan ini.


"Kami rapat dua kali, baru mengirim tim karena tidak percaya begitu saja dengan laporan bupati,"

jelas Blassius.

Laporan itu menyebutkan, bencana kelaparan melanda 34.400 keluarga yang tersebar 156 desa dan kelurahan di 22 kecamatan. Hanya lima desa yang luput dari krisis pangan tersebut.


Menurutnya, hasil pantauan lapangan akan dibahas dalam rapat yang dipimpin Gubernur Frans Lebu Raya untuk menentukan jenis bantuan apa yang cocok untuk menangani persoalan kelaparan tersebut. Karena itu, tim yang akan bertugas selama lima hari tersebut tidak membawa bantuan pangan.


Alasannya, pemerintah Kabupaten Sumba Timur telah menyalurkan 100 ton beras bantuan kepada warga. Selain itu, warga juga masih memiliki persediaan pangan alternatif seperti pisang dan ubi.


Selain tim yang bertolak ke Sumba Timur, menurut Blassius, tim lain yang juga bertugas memantau kondisi ketersediaan pangan warga, areal persawahan, ladang, dan persediaan air juga dikirim ke 11 kabupaten lainnya yakni Alor, Nagekeo, Rote, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, Ende, Sikka, Manggarai Timur, Kupang, dan Sabu Raijua.

0 komentar:

Poskan Komentar