PENDUKUNG GBY-MK DIHAJAR MASSA

Written By Admin on Jumat, Juni 04, 2010 | Jumat, Juni 04, 2010

Kasus kekerasan terjadi di Kelurahan Lambanapu, Kamis kemarin. Di sela-sela pelaksanaan tahapan pencoblosan, Agustinus Bangu, 32, dan Marthen Bunga, 33, dua dari warga Kecamatan Kambera yang hendak menjemput kerabatnya di Kelurahan Lambanapu untuk merayakan kemenangan pasangan Gidion Mbilijora-Matius Kitu (GBY-MK), dihajar sekelompok massa yang diduga adalah pendukung paket tertentu.

Akibatnya, selain mengalami luka di sekujur tubuhnya, tiga unit sepeda motor ketiga warga tersebut mengalami rusak parah. Kapolres Sumba Timur, AKBP Tetra M. Putra, melalui Kasat Reskrim Iptu Mayndra Eka Wardana membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah menangkap dan menahan Rinus Katauhi Rimu, 33, warga Lambanapu yang diduga sebagai pelaku dalam kasus tersebut.


"Benar kita sudah menerima laporan terkait kasus tersebut. Pelakunya diduga cukup banyak, namun untuk sementara yang berhasil kita tangkap adalah Rinus Katauhi Rimu, warga Kelurahan Lambanapu. Kini tersangka sedang kita periksa. Satu dari ketiga korban masih menjalani visum. Kita juga belum memastikan apakah kasus ini bermotif politik atau tidak," tandasnya kepada Timor Express di Polres Sumba Timur, Kamis petang kemarin.


Karena masih dalam pemeriksaan, demikian Mayndra, pihaknya belum bisa menetapkan tersangka pelaku kasus tersebut. "Kita masih memeriksa saksi dan pelaku, juga para korban dalam kasus ini," tandasnya. Rinus Katauhi Rimu, mengaku bukan dirinya yang menghancurkan sepeda motor korban. Menurutnya, kasus tersebut berawal ketika tiga korban melintasi jalan di Lambanapu dengan kecepatan tinggi.


"Waktu itu saya tegur mereka agar jangan ngebut tapi saya malah dimaki-maki, makanya saya pukul mereka. Tapi bukan saya yang menghancurkan sepeda motor ketiga korban. Yang melempar tiga sepeda motor itu adalah Karipi (rekannya, red) dan bukan saya. Saya bukan pendukung paket tertentu," akunya.

Namun, menurut Marthen Bunga, dia dan dua rekannya dikeroyok di Lambanapu oleh massa pendukung paket tertentu. "Kami dikeroyok ketika akan menjemput rekan kami di sana (Lambanapu, red). Itu karena sepeda motor kami ada bendera Partai Golkar dan atribut GBY-MK sementara Lambanapu diklaim sebagai basis utama salah satu paket yang kalah dalam perhitungan suara tadi," jelasnya.

Dirinya meminta jajaran Polres Sumba Timur memproses kasus itu sampai tuntas. Pantauan koran ini, Kamis kemarin, barang bukti tiga unit sepeda motor yang dirusak massa tersebut sudah diangkut ke Polres Sumba Timur.


[Sumber : Timor Express]

0 komentar:

Poskan Komentar