DI SUMBA TIMUR SATU GURU SATU SEKOLAH

Written By Admin on Kamis, Februari 19, 2009 | Kamis, Februari 19, 2009

WAINGAPU, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) sampai saat ini masih kekurangan 845 orang guru. Bahkan beberapa sekolah hanya diajar oleh satu orang guru. Akibatnya, kalau guru yang bersangkutan sakit atau ada urusan dinas luar, maka sekolah diliburkan

Kebutuhan guru di Sumtim bertambah setelah ada penambahan delapan sekolah menengah pertama (SMP), dan empat sekolah satu atap (satap) pada tahun 2008.
Kepala Tata Usaha (KTU) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumtim, Obet Hilungara mengatakan itu di ruang kerjanya, Rabu (18/2/2009).

Obet mengatakan, sampai 2007 Sumtim kekurangan 1.037 guru. "Tahun 2008 ada penerimaan 80 orang guru PTT yang lulus data base, dan tahun 2009 ini sebanyak 220 orang dari seleksi umum. Dengan penambahan 300 orang guru ini, kekurangan guru tinggal 337 orang. Namun dengan adanya penambahan delapan SMP baru dan empat unit satap maka kekurangan guru menjadi 845 orang. Kekurangan yang ada masih diupayakan melalui tenaga guru PTT dan honor," jelasnya.

Masalah kekurangan guru ini diangkat para camat dalam Rapat Kerja Pamong Praja, Jumat (14/2/2009) lalu. Dalam rapat tersebut ada beberapa camat mengungkapkan minimnya jumlah tenaga pengajar di beberapa sekolah di wilayahnya.
Salah satu camat yang mengungkapkan kekurangan guru, yakni Camat Paberiwai, Siane T Amu Ina. Siane mengungkapkan, di wilayahnya ada sebuah sekolah yang gurunya hanya satu orang. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Dengan keadaan ini, ketika guru bersangkutan harus ke Waingapu karena urusan dinas maka sekolah terpaksa diliburkan.

Masalah kekurangan guru juga disampaikan Camat Rindi, Ndoi Mila Ara, bahwa di wilayahnya ada sebuah sekolah yang PBM terpaksa dilakukan di rumah penduduk. Guru yang menangani PBM juga hanya satu orang, yakni guru honor yang dibiaya dari dana LPM.

Dengan kondisi guru yang masih kurang, para camat meminta agar kepala sekolah tidak lagi direpotkan dengan urusan pekerjaan di luar tugas pokoknya seperti mengurus masalah pembangunan sekolah dan lainnya.

Menanggapi keluhan para camat, Kadis Pendidikan Kabupaten Sumtim, Rambu Lika Atahumba mengatakan, sekolah yang mengalami kekurangan guru merupakan sekolah baru.
Sekolah baru itu bersifat paralel biasanya berasal dari sumbangan pemerintah pusat atau dana hibah. "Sekolah yang dibangun dengan dana hibah atau dana dari pemerintah pusat biasanya berdiri lebih dulu sebelum kita siapkan guru. Kita tidak bisa menolak karena itu sumbangan," kata Rambu Lika.

[Sumber : Pos Kupang]

0 komentar:

Poskan Komentar