KELELAHAN, ANGGOTA KPPS MENINGGAL DUNIA

Written By Admin on Sabtu, April 11, 2009 | Sabtu, April 11, 2009

WAINGAPU - Proses pemungutan suara sampai penghitungan suara di tingkat PPS (panitia pemungutan suara), Kamis (9/4/2009), sungguh membuat lelah petugas di TPS. Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 sampai pukul 13.00 siang. Selanjutnya penghitungan suara sampai pengisian ribuan lembar formulir oleh petugas KPPS membuat segenap anggota PPS harus bertahan di TPS sehari penuh, sampai Jumat (10/4/2009) pagi, bahkan siang.

Salah seorang anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) di Kelurahan Kambajawa, Kabupaten Sumba Timur, Mario Bale Mema (46), kelelahan dan meninggal dunia pada hari Kamis (9/4/2009) sekitar pukul 16.50 Wita.

Bale Mema menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah pelaksanaan pemungutan suara.
Informasi yang dihimpun PK di rumah duka, kemarin, korban kelelahan setelah dua hari tidak tidur sejak mempersiapkan pembuatan TPS sampai pelaksanaan pemungutan suara. Korban adalah Ketua RT 11/RW III di Kelurahan Kambajawa. Dia juga anggota KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) di Kelurahan Kambajawa yang bertugas di TPS III, kelurahan setempat.

Informasi dari salah seorang kerabatnya, korban selama dua hari menjelang pemungutan suara, selalu pulang pagi karena mempersiapkan TPS dan berbagai kelengkapan di TPS.
Menurut pihak keluarga, korban yang baru lolos CPNSD dalam penjaringan PNS tahun 2008 itu selama ini tidak pernah mengeluh sakit. Dia bahkan sudah merencanakan pada hari Jumat, kemarin, bersama salah seorang kerabatnya ke luar kota untuk urusan keluarga. Namun usai pemungutan suara dia meninggal dunia.

Tinggalkan isteri dan tiga orang anak
Menurut keluarga, korban mengeluh sesak napas pada pukul 16.35 Wita, Kamis, dan langsung dilarikan ke RSUD Umu Rara Meha Waingapu. Namun belum sempat mendapat pertolongan medis, korban telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sejauh ini belum ada keterangan dari pihak rumah sakit. Tetapi dari informasi yang diterima pihak keluarga dari dokter yang melakukan visum terhadap jenazah korban, diduga korban meninggal karena serangan jantung.

Isteri korban, Ny. Dorkas Harobu terpukul dengan kepergian suaminya. Namun dia terlihat pasrah. Dengan wajah sendu, isteri korban menatap jenazah suaminya yang terbaring di depannya. Tak ada satu kata pun keluar dari mulutnya.

Pihak KPUD Sumba Timur hingga kemarin siang belum melayat ke rumah duka. Sesuai rencana, keluarga akan membawa jenazah korban ke kampung halamannya di Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya pada hari ini, Sabtu (11/4/2009). PK

0 komentar:

Poskan Komentar