PEMKAB SUMTIM SAMBUT BAIK PENERAPAN GCMS

Written By Admin on Selasa, April 21, 2009 | Selasa, April 21, 2009

WAINGAPU - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) mendukung dan menyambut baik penerapan Government Cash Management System (GCMS) dalam pengelolaan keuangan daerah. Sudah ada kesepakatan antara Pemkab Sumtim, Pemerintah Propinsi NTT dan Bank NTT untuk menerapkan GCSM.

Melalui GCMS, segala transaksi keuangan dari kas daerah bisa dipantau langsung pimpinan instansi pengelola keuangan daerah dan bupati selaku kepala daerah. GCMS bermanfaat untuk efisiensi anggaran juga untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah.

Bupati Sumtim, Drs. Gidion Mbilijora mengatakan itu kepada PK di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2009). Menurut Gidion, temuan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) tentang dugaan penyimpangan keuangan daerah di BPKD Sumtim tahun 2007, menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk menertibkan rekening kas daerah.

Dengan GCMS, rekening daerah hanya satu, dimana rekening tersebut akan link dengan pimpinan unit SKPD yang mengelola keuangan daerah serta bupati. Dengan demikian, jelasnya, pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah akan lebih mudah dan efektif.

"Sistem GCMS menjadi alat untuk mengendalikan pengelolaan keuangan daerah. Sistemnya on line sehingga bupati atau kepala dinas/badan pengelola keuangan bisa langsung memantau transaksi yang berhubungan dengan kas daerah. Jika ada transaksi yang mencurigakan maka langsung diketahui dan bisa langsung diklarifikasi," jelas Gidion.

Dia mengatakan, penerapan GCMS telah disepakati seluruh bupati/walikota di NTT dengan Gubernur NTT dan Bank NTT pada Rabu (15/4/2009) lalu.

"Kesepakatannya sudah kita tandatangani di Kupang. Namun sementara waktu ini penerapan GCMS baru dilakukan di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Untuk kabupaten, baru akan diterapkan satu setengah tahun kemudian. Sistem GCMS ini baru pertama kali ada di Indonesia," kata Gidion.

Gidion mengatakan, sebelum GCMS berlaku di kabupaten, para bupati telah meminta jaminan keamanan transaksi dari Bank NTT. "Bank NTT sudah setuju membuat sistem pengamanan khusus. Kita khawatir jangan sampai ada hackers yang bisa masuk ke jaringan tersebut. Karena uang yang disimpan di rekening tersebut tidak kecil," katanya.

Bank NTT juga akan meningkatkan kualitas SDM staf pemda yang akan mengelola sistem ini dengan biaya pelatihan yang ditanggung oleh Bank NTT.

*copyright from pos kupang

0 komentar:

Poskan Komentar