PT ASDP UBAH JADWAL PELAYARAN

Written By Admin on Jumat, Mei 15, 2009 | Jumat, Mei 15, 2009

WAINGAPU - Perseroan Terbatas (PT) Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangam (ASDP) mengubah atau menata kembali jadwal pelayaran ke beberapa lintasan penyeberangan. Hal ini untuk mengisi kekosongan lintasan. Lintasan yang mengalami perubahan jadwal pelayaran, yakni Waingapu-Ende-Kupang dan Waingapu-Sabu-Kupang.

Demikian Supervisor PT ASDP Waingapu, Ramadhan, ketika dihubungi per telepon, Selasa (12/5/2009). Ia menjelaskan, dengan perubahan lintasan Waingapu - Ende - Kupang yang biasa dilayani setiap hari Minggu, kini berubah menjadi setiap hari Rabu pukul 16.00 Wita. Sedangkan lintasan Waingapu - Sabu - Kupang yang sebelumnya dilayani setiap hari bergeser ke hari Jumat dengan jam pelayaran yang sama. Sementara pelayaran dari Kupang-Ende-Waingapu dilayani setiap hari Senin.

Menurut Ramadhan, dalam sepekan terakhir ini pelayaran kapal-kapal ASDP sempat terganggu karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Bahkan salah satu kapal ASDP yang melayani lintasan Waingapu-Ende-Kupang, sempat berlindung di Pelabuhan Waingapu dari hari Rabu (7/5/2009) sampai Sabtu (10/5/2009). Kapal tersebut baru kembali berlayar pada Sabtu sore.

Namun saat ini kapal-kapal ASDP itu sudah kembali beroperasi. Meski tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu kapal itu bisa tidak beroperasi lagi jika cuaca kembali memburuk.

Pantauan PK selama sepekan terakhir ini, Kota Waingapu dan sekitarnya terus diselimuti mendung dan diguyur hujan. Meskipun pelayaran sempat terganggu, namun kondisi cuaca tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Ir. Umbu Mehang Kunda Waingapu. Penerbangan dari dan ke Bandara Ir. Umbu Mehang Kunda yang selama ini hanya dilayani pesawat Merpati Nusantara Airlines setiap Selasa, Kamis dan Sabtu tetap berlangsung normal.


Kondisi cuaca yang memburuk itu memaksa kapal-kapal nelayan untuk tidak melaut. Akibatnya, harga ikan di Kota Waingapu melonjak. Ikan yang dijual di Kota Waingapu 'dikuasai' ikan-ikan dari Bima dan Sape. Beberapa nelayan mengaku hanya berani berlayar sampai jarak satu mil dari bibir pantai karena kuatir cuaca memburuk tiba-tiba. Dengan jarak berlayar seperti itu, hasil tangkapan juga sedikit.

[Sumber : Pos Kupang]

0 komentar:

Poskan Komentar