KADES LAILARA DIDUGA LAKUKAN PUNGLI

Written By Admin on Selasa, Mei 19, 2009 | Selasa, Mei 19, 2009

WAINGAPU - Kepala Desa (Kades) Laira, Domu Hambapulu diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap tiga warganya dengan berkedok biaya pelantikan untuk mereka menjadi kepala urusan (Kaur) desa. Besarnya pungutan antara Rp 200.000,00 sampai Rp 500.000,00. Tetapi, Domu tidak melantik tiga orang itu menjadi kaur.

Perihal pungli yang dilakukan Kades Laira, Domu itu disampaikan tiga korban, Mbora Horung, Landu Hiambang Wahid dan Wulang Nggina Njuka di Waingapu, Senin (20/4/2009).

Mbora Horung menceritakan, pada tanggal 8 Pebruari 2009, Domu minta uang kepadanya sebesar Rp 500.000,00 dan satu ekor ayam dengan janji akan menjadikannya salah satu kaur di desa itu. Pada tanggal 10 dia menyerahkan uang dan ayam itu kepada Domu di rumah Wulang Harama (ipar Kades Domu).

Penyerahan uang dan ayam kepada Domu itu disaksikan oleh istri dan iparnya Domu. Setelah menerima, Domu dan istrinya langsung ke kantor Camat Katala Hamulingu.

"Saat itu kades bilang mau antar nama saya ke Camat Katala Hamulingu. Benar atau tidak hanya mereka yang tahu. Namun setelah itu tidak ada kabar. Terakhir kami dapat informasi yang dilantik menjadi kaur orang lain," kata Mbora.

Hal yang sama juga diungkapkan Landu Hiambang Wahid dan Wulang Nggina Njuka. Wulang mengatakan, saat itu Domu bersama istrinya datang ke rumahnya dan minta bertemu di rumah sekretaris desa (sekdes). "Saat itu ada Sekdes Nggaba Kamangi, Kornelis Njaka Limba dan Domu bilang mau bicara tentang pelantikan," kata Wulang.

Pada saat itu Domu memberitahu anggaran untuk pelantikan kaur berupa satu ekor sapi, 100 kg beras, cenderamata satu lembar sarung dan uang Rp 500.000,00. Sekdes menyanggupi menanggung uang sebesar Rp 500.000,00. Saya tanggung babi satu ekor. "Selang dua hari saya antar uang Rp 200.000,00 ke sekdes," tutur Wulang.

Menurut dia, untuk meyakinkan mereka, sekdes mengeluarkan nota yang meminta Wulang dan korban lain mengontak seluruh keluarga dan marga untuk mendukung dan memilih Domu Maramba menjadi kepala dusun (kadus).

Dalam nota yang bersifat pribadi, Kades Domu juga menjanjikan jika Wulang dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan 50 orang dalam pemilihan kepala dusun, Domu Maramba, maka pajak mereka selama setahun akan ditanggung Kades Laira, Domu Hambapulu.

"Ternyata dia tidak menepati janji. Kami sudah tidak ingin lagi jadi kaur. Yang kami inginkan uang kami dikembalikan," kata Wulang.

Disaksikan PK, Senin (10/5/2009) lalu, Kades Domu sudah dimintai klarifikasinya oleh Kabag Pemerintahan Desa, Ir. Yunus D Wulang, di Ruangan Kabag Pemdes Setda Sumba Timur. Dalam klarifikasinya itu, Domu membantah semua tuduhan korban. Domu mengatakan, persoalan tersebut hanya salah paham dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara ia dengan para korban.
*PK*

0 komentar:

Poskan Komentar