PIPA DI MBATAKAPIDU HANYUT, WARGA WAINGAPU KRISIS AIR

Written By Admin on Rabu, Februari 17, 2010 | Rabu, Februari 17, 2010

Banjir besar di Kali Mbatakapidu, Sumba Timur, Minggu (14/2/2010) sore hingga malam, kembali menghanyutkan pipa jaringan air bersih di daerah itu. Jika sebelumnya hanya jaringan air bersih di Mbatakapidu, banjir kali ini juga merusak dan meluluhlantakkan jaringan air bersih milik PDAM dari sumber air di Km 10 yang selama ini menjadi penyanggah kebutuhan air bersih di Kota Waingapu dan sekitarnya.

Banjir Minggu sore juga menghanyutkan pipa di Mbatakapidu yang baru diperbaiki. Akibatnya, pasokan air bersih ke Waingapu dan sekitarnya yang direncanakan normal, Sabtu (20/2/2010) mendatang, kemungkinan besar belum akan terwujud.

Terganggunya jaringan air bersih di Km 10 ini menghentikan seluruh pasokan air bersih ke Ibu kota Kabupaten Sumba Timur tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat panik. Satu-satunya harapan masyarakat hanya dari mata air di Taman Wisata Matawai. Antrean panjang di lokasi mata air tersebut terjadi hampir setiap hari. Apalagi dalam tiga hari terakhir ketika pasokan air dari Km 10 juga terganggu.

Krisis air bersih ini juga memicu harga air kemasan di Kota Waingapu melonjak tajam. Air mineral dalam galon merk aquase yang sebelumnya Rp 21.000,00 naik menjadi Rp 25.000,00/galon. Sedangkan aquamor yang sebelumnya Rp 13.000,00 menjadi Rp 20.000,00/galon. Sedangkan layanan air bersih dengan mobil tangki selain harganya mencapai Rp 80.000,00/tangki (4000 liter), juga sulit didapat karena tingginya permintaan. Sebagian warga terpaksa minum air payau dari sumur karena sulitnya mendapat air bersih.

Selain jaringan air bersih, banjir pada Minggu sore juga menghanyutkan ternak warga. Berdasarkan informasi dari warga di sekitar lokasi banjir, ada dua ekor sapi dan tiga ekor kerbau yang hanyut dibawa banjir. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Hamakonda, langsung menggelar rapat dengan jajaran PDAM untuk membicarakan gangguan pasokan air bersih tersebut. Umbu Hamakonda juga langsung meninjau lokasi bencana. Hamakonda mengatakan, satu pipa di Km 10, Selasa (16/2/2010) hari ini sudah bisa berfungsi kembali. Namun dua pipa lainnya belum bisa berfungsi karena ada pipa yang hanyut terbawa banjir.

*copy by pos kupang

1 komentar:

joe mengatakan...

tolong di atasi dong

Poskan Komentar