TELEPON SATELIT BANTUAN DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI KINI MUBAZIR

Written By Admin on Kamis, Februari 04, 2010 | Kamis, Februari 04, 2010

WAINGAPU - Telepon satelit bantuan Departemen Komunikasi dan Informasi untuk masyarakat di 137 desa di Sumba Timur (Sumtim), kini mubazir. Proyek kerja sama antara Menkominfo dengan Telkomsel itu hanya berfungsi satu minggu setelah pemasangannya pada tahun 2008, dan setelah itu mubazir sampai saat ini.

Pantauan di beberapa desa di Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumtim, telepon tersebut hanya jadi pajangan saja desa. Pesawat telepon itu tidak lagi mampu menangkap signal sehingga tidak bisa dipergunakan untuk telekomunikasi.

Kepala Desa Kondamara, Haima Djangga Ngaru yang ditanya sabtu (30/1/2010), mengatakan, satu minggu pertama setelah dipasang, pesawat telepon itu menangkap signal full. Masyarakat sangat terbantu karena bisa berkomunikasi jarak jauh dengan telepon bantuan itu. Namun, satu minggu setelah itu, telepon yang ditempatkan di rumah kepala desa itu, tidak lagi menangkap signal. Bahkan lemari tempat accu terkunci sendiri dan tidak bisa dibuka lagi.

Menurut Haima, kondisi yang sama terjadi pada beberapa desa di sekitarnya. "Saya sudah menelepon teknisi di Surabaya dan mereka bilang, mau datang. Tetapi sampai hari ini, mereka tidak muncul juga. Sekarang telepon yang menggunakan tenaga surya itu mubazir, padahal peralatannya masih utuh," kata Haima.

Lebih lanjut dikatakan Haima, program telepon masuk desa itu ditetapkan berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 11/PER/M.KOMINFO/04/2007, tentang penyediaan kewajiban layanan universal telekomunikasi tahun 2008. Dari alokasi pemasangan untuk 137 desa, yang terealisasi hingga tahun 2009 baru sekitar 70 desa, sisanya 67 desa lainnya belum terpasang.

Pekan lalu, di depan jalan masuk ke rumah kepala desa Kondamara, tertulis "Tersedia layanan telepon umum". Pada Sudut kiri atas tertulis, Depkominfo dengan lambang departemen. Di sudut kanan atas ada logo dan tulisan "Telkomsel".

Di atap rumah masih ada papan penangkap tenaga surya dan di samping kiri rumah juga masih ada sebuah piringan semacam parabola. Pada dinding depan rumah kades juga dipasang papan bertuliskan, "Pusyantip (Pusat Pelayanan Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan)", dengan logo Depkominfo bagian sudut kiri atas dan logo Telkomsel di bagian sudut kanan atas. Sedangkan dua accu dan lemari tempat accu berada di ruang depan rumah.

Semua peralatan itu ternyata hanya membuat senang sesaat warga desa, dan kini tidak dapat berfungsi apa- apa.

*copy from pos kupang

0 komentar:

Poskan Komentar