Paket "GBY - MK" Dan "PINANG" Resmi Mendaftar Ke KPU

Written By Admin on Rabu, Maret 10, 2010 | Rabu, Maret 10, 2010

WAINGAPU - Paket Gidion Mbilijora, M.Si - dr. Matius Kitu, Sp.B (GBY-MK) dan paket Pindingara- Rudiyanto Kabunang (PINANG), Selasa (9/3/2010), mendaftar di KPUD Sumba Timur sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Sumba Timur. GBY-MK yang diusung Partai Golkar dan Pinang yang diusung Demokrat datang ke KPUD Sumba Timur diantar ribuan pendukung masing-masing.


Paket Pinang datang lebih dahulu dari paket GBY-MK. Paket Pinang bersama pendukungnya tiba di KPU Sumba Timur sekitar pukul 10.00 Wita. Sedangkan paket GBY-MK datang sekitar pukul 12.00 Wita.

GBY-MK dan Pinang mendaftar di KPU Sumba Timur didampingi pengurus partai pengusung dan dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Mereka langsung diterima empat anggota KPU Sumba Timur, yakni Ndilu Maupanji, Muhammad, S.Ag, Samuel Takanjanji, dan Mariana Tade Li.

Setelah bertemu dengan anggota KPU, paket GBY-MK dan Pinang menyerahkan berkas kepada panitia pendaftaran cabup/cawabup. Penyerahan berkas pendaftaran paket GBY-MK dilakukan Ketua DPD II Golkar Sumba Timur, drh. Palulu P Ndima, M.Si. Sedangkan berkas pendaftaran Pinang dilakukan Ketua DPC Demokrat Sumba Timur, Ir. Ridwan Untono.

Dari dua paket tersebut, tidak ada yang ditolak KPU Sumba Timur, karena dukungan untuk masing-masing calon telah memenuhi ketentuan, yakni dari partai atau gabungan partai yang memperoleh suara sah 15 persen pada pemilu legislatif lalu atau 15 persen jumlah kursi di DPRD Sumba Timur saat ini. Meski sudah dinyatakan sah menjadi calon bupati dan wakil bupati untuk maju dalam Pemilu Kada Sumba Timur, 3 Juni mendatang, KPU tetap mensyaratkan para paket calon bupati dan wakil bupati untuk melengkapi seluruh dokumen yang belum lengkap hari itu sebelum batas akhir pendaftaran 15 Maret mendatang.

Beberapa persyaratan yang belum dilengkapi kedua paket, antara lain rekening biaya kampanye dan beberapa dokumen lainnya.

Sementara keterlibatan pejabat pemerintah daerah dan PNS dalam politik praktis pada kampanya Pemilu Kada kali ini tidak lagi menjadi hal tabu. Mereka bahkan tidak sungkan mengenakan atribut lengkap para calon bupati dan wakil bupati dan dengan bangga tampil di barisan terdepan.

Keterlibatan para pejabat daerah dan PNS dalam politik praktis pemilu kada kali ini merata hampir di semua pasangan calon. Para pejabat dan PNS ini rela meninggalkan tugas pada jam kerja hanya untuk mengikuti konvoi pasangan calon yang mereka dukung.

Atribut calon dirusak

Di tengah maraknya pengerahan massa oleh para calon, aksi-aksi perusakan atribut para calon mulai terjadi. Menurut informasi terakhir, di Melolo pada Senin (8/3/2010), baliho milik pasangan calon GBY-MK dirusak oleh oknum tak dikenal. Pada Selasa (9/3/2010), giliran baliho dari paket Maraing di Kambaniru yang dirusak orang tak dikenal.

Panwas Pemilu Kada dan KPU Sumba Timur sendiri belum bisa mengambil tindakan dengan alasan belum masuk massa kampanye. (dea)


Semua Pihak Tahan Diri

GIDION meminta semua pihak menahan diri. Para pasangan calon diminta mengendalikan pendukung masing-masing. Sementara masyarakat diminta waspada dan tidak cepat merespons isu-isu negatif seputar Pemilu Kada yang dihembuskan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Gidion mengatakan, saat ini ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi yang ada untuk merusak suasana menjelang Pemilu Kada.

"Saya minta masyarakat waspada dan tidak cepat terpancing isu-isu negatif yang dihembuskan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kita menginginkan pemilu damai. Siapa pun yang menang harus menang dengan damai. Jangan ada prasangka buruk dan saling curiga karena kita semua bersaudara," himbau Gidion.

*copyright by : pos kupang

0 komentar:

Poskan Komentar