POLISI TEMUKAN DUA IMIGRAN GELAP YANG KABUR KE HUTAN

Written By Admin on Sabtu, Maret 27, 2010 | Sabtu, Maret 27, 2010

Waingapu - Dua imigran Afghanistan yang kabur ke hutan saat dievakuasi dari Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, NTT, ditemukan terdampar di pesisir Kabupaten Sumba Timur, Jumat (26/3). Keduanya merupakan bagian dari 68 imigran yang terdampar di Raijua dalam pelayaran menuju Australia, Selasa (16/3). Mereka kemudian dievakuasi ke Kupang pada Jumat (19/3).

Tapi, dua orang di antaranya berhasil kabur ke hutan, yakni Sayid Mirza dan Sayid Malik.
Dua imigran itu ditemukan warga di pantai Desa Pahunga Lodu, Kecamatan Pahunga Lodu, sebelum diantar ke masjid di Waingapu, Ibu Kota Sumba Timur. Wakil Kepala Polres Sumba Timur Komisaris Anton CH Nugroho mengatakan, saat keduanya tiba di masjid, Ustaz Safantan AS melaporkan keduanya ke polisi lewat telepon.

Polisi, yang tiba beberapa menit kemudian, membawa mereka untuk diperiksa.
Dia mengatakan, polisi belum berhasil mengumpulkan keterangan dari dua imigran itu karena kendala bahasa. Namun, sejumlah keterangan yang berhasil dikumpulkan, polisi tidak mengirim kembali mereka ke negaranya. Meski begitu, polisi curiga karena keterangan mereka berbelit-belit. Mereka membantah bukan bagian dari 68 imigran yang terdampar di Raijua pekan lalu. Mereka keluar dari Afghanistan ke Dubai sebelum terbang ke Jakarta dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Dari Surabaya, mereka naik kapal laut ke Sumba Timur.

Namun, polisi masih ragu dengan keterangan keduanya.
Pada bagian lain, keduanya mengaku melarikan diri dari tempat penampungan di sebuah kota di Indonesia. "Kami bingung berbulan-bulan di tempat penampungan. Kami ingin mencari kerja," kata Sayid Mirza seperti disampaikan Komisaris Anton. Sedangkan, 66 imigran yang dievakuasi dari Raijua hingga kini masih ditampung di rumah detensi imigrasi (Rudenim) Kupang menunggu dideportasi ke negaranya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

cekke ksh mati memang..

Poskan Komentar