SUMBA TIMUR DILANDA KEKERINGAN

Written By Admin on Kamis, April 15, 2010 | Kamis, April 15, 2010

MI: Kekeringan hebat melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dengan kerusakan lahan pertanian dan gagal panen mencapai 18.559,221 hektare. Kerusakan lahan pertanian dan gagal panen ini merupakan lahan milik 31.002 kepala keluarga (kk) yang tersebar di lebih dari 50 desa.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, Kamis (15/4) mengatakan kekeringan yang melanda wilayah itu telah mengakibatkan sebagian masyarakat terancam rawan pangan karena gagal panen dan gagal tanam. Menurut dia, luas areal pertanian yang mengalami kerusakan sementara ini tercatat luas lahan padi yang gagal panen akibat kekeringan mencapai 7.l957,1 ha, jagung 8.517,7 ha, kacang tanah 1.267,65 ha, kacang hijau 899,58 ha, ubi kayu 405,18 ha dan ubi jalar 12 ha.

"Ini adalah fakta di lapangan dan sudah dipantau langsung oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya sejak Senin malam hingga Selasa siang dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pelaksanaan Pemilu kepala daerah," katanya.

Kepala Badan Bimmas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Ir. Ida Bagus Putu Punia secara terpisah menjelaskan, hampir semua wilayah di Sumba Timur mengalami kekeringan dan petani mulai terancam rawan pangan. "Daerah terparah di bagian timur seperti Pahunga Lodu, Rindi, Umalulu, Pandawai, Kanatang, Katala Hamulingu, Lewa, Lewa Tidahu, Ngadu Ngala, Karera dan Mahu," katanya.

Ia mengatakan pemerintah sudah mengambil langkah-langkah penanggulangan dengan merealisasi cadangan beras pemerintah (CBP) tahun ini sebanyak 100 ton. Beras tersebut akan dibagikan kepada warga di 56 desa yang sudah memasukkan usulan. Setiap keluarga akan memperoleh 14 kg beras dan diperkirakan hanya bertahan untuk kebutuhan selama seminggu.

"Sesuai ketentuan dari Kementerian Sosial, kebutuhan pangan satu keluarga rata-rata dua kilogram beras per hari. Kita ambil jumlah standar satu rumah lima anggota keluarga. Kalau tujuh hari maka 14 kg," kata Bagus.

Ia juga mengatakan, kalau perhitungan normal kebutuhan pangan keluarga 20 kg/10 hari maka dalam tiga bulan harus ada stok pangan mencapai 2.100 ton. "Jadi prediksi kita, kebutuhan beras untuk penanggulangan bencana rawan pangan di Sumba Timur mencapai 2.000 ton," katanya.

1 komentar:

umbu Bogor mengatakan...

kekeringan yang terjadi di kabupaten sumba timur hampir setiap tahun terus melanda kabupaten ini. ini berarti pemerintah lebih serius lagi menangani agar kekeringan tidak menjadi bahan pembicaraan sehari-hari. pemerintah seharusnya sudah pekah dari jauh-jauh hari.

Poskan Komentar