BULOG WAINGAPU KEMBALI GELAR PASAR MURAH

Written By Admin on Jumat, April 16, 2010 | Jumat, April 16, 2010

WAINGAPU - Bulog Subdivisi Regional (Subdire) Waingapu kembali melakukan operasi pasar di Kota Waingapu, Rabu (14/4/2010). Operasi pasar beras kembali dilakukan karena harga beras di pasaran belum turun, sementara daya beli masyarakat terus menurun akibat gagal panen dan gagal tanam.

Kasubdivre Bulog Sumba Timur, Immanuel Louk, ketika dihubungi Pos Kupang kemaring siang, mengatakan, pihaknya telah mendapat izin dari Bulog untuk menggelar pasar murah. Kebijakan itu, katanya, untuk menyikapi harga beras di pasaran yang belum juga beranjak turun dari Rp 6.500,00/kilogram. Sementara daya beli masyarakat di daerah itu turun karena gagal tanam dan gagal panen.

Dalam operasi pasar hari pertama, kemarin, kata Immanuel, Bulog menurunkan stok empat ton dengan harga eceran Rp 5.750,00/kilogram. Namun masyarakat menanggapi dingin kegiatan operasi pasar tersebut. Dari empat ton itu hanya separuh yang terjual.

Menyikapi kondisi tersebut, pasar beras murah yang awalnya hanya dijual di terminal lama kemudian dijual keliling Kota Waingapu. Mobil Bulog yang mengangkut beras murah bergerak masuk ke beberapa lokasi seperti Kampung Bugis, Manubara, Hambala, Kemala Putih, Kampung Ende, Payeti, Padadita dan Kalu. Namun respon masyarakat tetap sama.
Immanuel mengatakan, jika pada hari pertama respon masyarakat kurang bagus, pihaknya akan menghentikan sementara kegiatan beras murah. "Kalau kurang laku, kita hentikan sementara. Kapan dibutuhkan, kita gelar kembali beras murah. Batas waktu beras murah khan tidak terbatas," kata Immanuel.

Masyarakat menilai, harga beras murah yang ditetapkan Bulog terlalu tinggi. Selain itu, mekanisme penjualan langsung oleh Bulog ke konsumen dinilai cukup sulit karena membeli beras butuh perencanaan. Menanggapi penilaian tersebut, Immanuel mengatakan, harga beras murah yang dijual Bulog ke masyarakat ditetapkan oleh Gubernur NTT, bukan oleh Bulog. Bulog, katanya, hanya sebagai pelaksana.

Tentang mekanisme penjualan beras murah, Immanuel mengakui kurang efektif karena tidak melalui penyalur. Tetapi kalau melalui penyalur, kata Immanuel, butuh pengawasan ketat. Jika tidak, maka ada penyalur nakal yang mengganti karung bulog dengan karung lain kemudian menaikkan harga beras murah seperti harga beras di pasaran.

"Kalau jual langsung tidak efektif, kita akan tempuh melalui penyalur tetapi dengan pengawasan ketat. Kita masih tunggu informasi tentang penyalur dari Dinas Perindag," demikian Immanuel.


[Sumber : Pos Kupang]

0 komentar:

Poskan Komentar