WARGA SUMTENG, SUMBAR, SBD DUKUNG GBY - MK

Written By Admin on Selasa, April 13, 2010 | Selasa, April 13, 2010

WAINGAPU - Dukungan terhadap pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati (Cabup/Cawabup) Sumba Timur dari Partai Golkar, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si dan dr. Matius Kitu, M.Si semakin kuat. Kali ini dukungan datang dari warga Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya yang menetap di Sumba Timur.

Warga Sumba Barat yang menghuni Kelurahan Kambajawa dan sekitarnya secara resmi menyatakan dukungan kepada Gidion dan Matius untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur periode 2010-2015.


Dukungan itu disampaikan saat tatap muka dengan paket itu di kediaman Pdt. Joni Umbu Lado, Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kota Waingapu, Sabtu (10/4/2010).


Dalam acara tatap muka dengan warga Sumba Barat tersebut, Gidion-Matius dan para tim suksesnya menyatakan siap menang dalam satu putaran dengan persentase 70 persen.


Acara tatap muka paket yang dikenal dengan sebutan GBY-MK itu dihadiri sekitar 1.000 orang warga Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah yang ada di Sumba Timur.

Acara berlangsung meriah karena diselingi dengan tarian adat dari Sumba Timur dan tari kataga dari Sumba Barat.

Ketua tim sukses paket GBY-MK, drh. Palulu Pabundu Ndima, M.Si mengatakan, GBY-MK merupakan paket pemimpin yang ideal untuk Sumba Timur, karena dalam paket ini ada ciri pemimpin yang diidamkan rakyat.

Tujuh ciri pemimpin yang baik, kata Palulu, memiliki cinta kasih, rendah hati, melayani bukan dilayani, pemimpin untuk semua, tidak merasa hebat sendiri, memberdayakan bukan memperdayai masyarakat dan tulus.


Pemimpin yang memenuhi kriteria ini, kata Palulu, akan bertanggung jawab ketika diberi tanggung jawab. Kriteria pemimpin yang baik ini, kata Palulu, juga ada di semua agama. Dalam agama Islam, kata Palulu, dikenal pemimpin jujur, amanah, cerdas, komunikatif. "Cirri-ciri ini ada di GBY dan MK," demikian Palulu.


Palulu mengatakan, memilih pemimpin harus yang teruji, dan sudah menghasilkan sesuatu. Dalam masa kepemimpinan Gidion, banyak hal sudah dilakukan.


"Saya dan Pak Gidion telah menandatangani persetujuan penggunaan dana tak tersangka untuk beli raskin bagi keluarga miskin. Nilai dana yang dikucurkan mencapai Rp 1,3 miliar. Pemerintah daerah juga sudah minta bantuan beras rawan pangan kepada pemerintah propinsi dan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial," kata Palulu.

copyright by :
POS KUPANG online

1 komentar:

Anonim mengatakan...

PILIH BUPATI DAN WAKIL YANG TIDAK ADA REKAM KORUPSI KOLUSI N NEPOTISME !!!

PILIH BUPATI YANG TIDAK SUKA MINUM MABUK, MAU JADI APA SUMBA KALAU DIPIMPIN PEMINUM DAN PEMABUK

Poskan Komentar