JUMLAH GURU TERBATAS PENYEBAB SELURUH SISWA TIDAK LULUS UJIAN NASIONAL

Written By Admin on Jumat, Mei 07, 2010 | Jumat, Mei 07, 2010

Keterbatasan guru sekolah menengah pertama (SMP) di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi penyebab utama menurunnya persentase kelulusan ujian nasional (UN) SMP di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTT Thobis Uly mengatakan itu kepada wartawan di Kupang, Kamis (6/5), menjelang pengumuman hasil UN SMP 2010 yang dijadwalkan Jumat (7/5).

Ia mengatakan, dari 863 SMP dan madrasah tsalawiah (MTs) di NTT, 26 SMP tercatat seluruh siswanya tidak lulus UN atau 0%. Tetapi ada 120 sekolah yang kelulusannya mencapai 100%.

Sekolah yang seluruh siswa peserta UN-nya tidak lulus tersebut, kata Thobis, adalah sekolah yang berada di daerah terpencil, terutama sekolah satu atap dan SMP terbuka, "Manajemen sekolah-sekolah itu bahkan ditangani oleh guru sekolah dasar."

Karena keterbatasan guru, satu sekolah hanya ditangani dua sampai tiga orang. Ada juga sekolah yang memiliki banyak guru, tetapi tidak untuk seluruh mata pelajaran. Akibatnya, pelayanan pendidikan di sekolah tersebut tidak maksimal.

Ia mengatakan, sekolah-sekolah itu dibangun untuk menampung siswa di daerah terpencil yang tidak bisa menjangkau sekolah di perkotaan akibat jarak yang sangat jauh. Ajkibatnya, pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah tersebut sangat minim.

Dari 72.450 peserta UN SMP dan MTs di NTT, 28.884 atau 39,87% di antaranya tidak lulus sehingga harus mengikuti ujian ulang pada 17-20 Mei mendatang. Peserta UN yang lulus berjumlah 43.566 atau 60,13% siswa. Jumlah tersebut menurun sebesar 10,12% jika dibandingkan dengan kelulusan UN SMP pada 2009 sebesar 70,25%.

Ujian ulang tersebut katanya, diberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang seluruh mata pelajaran atau hanya mata pelajaran yang anjlok. "Sistemnya sama seperti SMA, mata pelajaran mana yang mau diulang oleh siswa," katanya.

copyright by : mediaindonesia online

1 komentar:

ambulanssari steven mengatakan...

ya ampun separah itu kah????
TUHAN aq pengen cepat selesei dan pulang waingapu tuk jadi guru di waingapu jha......supaya waingapu jangan kekurangan tenaga kerja lagi.....ayow teman2 kita belajar untuk kembali ke tanah SUMBA....

Poskan Komentar