MANAJEMEN PINCANG, AGUAMOR TERANCAM

Written By Admin on Sabtu, Mei 22, 2010 | Sabtu, Mei 22, 2010

WAINGAPU - Pemasaran aguamor, air minum mineral kemasan yang diproduksi PT Aguamor Matawai Kahingiru dan berlokasi di Mbatakapidu Kecamatan Kota Waingapu kian terancam menyusul masuk dan beredarnya air minum mineral kemasan asal Jawa dan Bima-NTB.

Ketiadaan pimpinan di perusahaan tersebut juga mempengaruhi kelangsungan aguamor. Terancamnya pemasaran air kemasan aguamor juga dipengaruhi kualitas air yang bersumber dari mata air Mbatakapidu.

Komisaris PT Aguamor Matawai Kahingiru, Umbu Hapu Hambandima kepada Timor Express di Waingapu, Kamis (20/5) lalu mengaku, pihaknya sering menerima keluhan dari konsumen terkait rasa dan bau air minum mineral kemasan aguamor. Belakangan ini demikian Asisten III Bidang Administrasi Keuangan Setda Sumba Timur itu, air minum mineral kemasan aguamor terasa berbau tanah dan agak sepat.

Penyebab terjadinya penurunan kualitas air kemasan aguamor, Umbu Hapu mengaku tidak mengetahuinya dengan pasti. “Kita belum tahu apa penyebabnya yang pasti menyangkut perubahan rasa dan bau dari air kemasan aguamor tersebut. Kita akan cek dulu,” tegasnya.

Dikatakan, sejak terpilihnya Alfridus Bria Seran (Dirut PT Aguamor Matawai Kahingiru) sebagai anggota DPRD NTT pada pileg 2009 lalu, mengganggu manajemen di perusahan yang mayoritas sahamnya milik Pemkab Sumba Timur itu.

“Jadi di PT Aguamor, permasalahnnya cukup kompleks. Selain adanya kekosongan pucuk pimpinan juga masalah pengiriman kemasan aguamor dari Jawa yang tersendat sehingga berdampak tidak berkembangnya perusahan itu,” tandasnya.

Kemasan aguamor yang dikirim dari Jawa kata dia, sering tidak terangkut oleh kapal ekspedisi milik pribadi sejumlah pengusaha kota Waingapu. Solusi yang bisa memecahkan persoalan tersebut, dengan masuknya KM Roro di Waingapu. Toh begitu, Umbu Hapu juga mengkritik sisi pemasaran PT Aguamor yang dinilai masih dibawah dari perusahan air kemasan luar Sumba.

“Penyebabnya juga mungkin dari sisi strategi pemasaran PT Aguamor yang masih dibawah perusahan air mineral kemasan luar Sumba sehingga kita tidak bisa kuasai pasar lokal khususnya di Sumba Timur ini,” tambahnya. Pantauan Timor Express akhir pekan lalu, air mineral kemasan asal Jawa dan Bima-NTB mulai menguasai pasar.

Pemasarannya bahkan hingga menembus hajatan yang digelar Pemkab Sumba Timur. Sejumlah warga mengaku, tidak mendapatkan aguamor kemasan 600 ml dan 1500 ml di pasaran. Yang ada hanya dalam bentuk gallon dan gelas. “Sudah begitu, rasanya sedikit sepat dan berbau tanah. Biar produk lokal kitakan juga butuh yang terbaik. Siapa yang mau minum air mineral kemasan yang rasanya seperti itu,” ujar Martinus (54) warga Kecamatan Kota Waingapu.

Sementara, informasi yang berhasil dirangkum Timor Express menyebutkan, standar gaji yang minim dan terputusnya jaminan kesehatan dari perusahan juga turut memicu keengganan karyawan PT Aguamor bekerja maksimal memasarkan air mineral kemasan tersebut.

[sumber : Timor Express Online]

0 komentar:

Poskan Komentar