EKSPLORASI EMAS DI SUMBA TIMUR DILANJUTKAN

Written By Admin on Selasa, Mei 25, 2010 | Selasa, Mei 25, 2010

Waingapu - Eksplorasi emas di Desa Wanggameti, Kecamatan Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap dilanjutkan meski mendapat penolakan dari warga.

Lokasi itu juga berada di luar Taman Nasional Lai Wanggi Wanggameti, sehingga aktivitas tambang tidak akan merusak kawasan tersebut.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTT Bria Yohanes terkait penolakan warga yang menuntut ekplorasi dihentikan karena bakal merusak taman nasional.

Penolakan warga disampaikan melalui unjuk rasa beberapa kali ke Kantor Bupati Sumba Timur. Dalam unjuk rasa itu, massa sempat bermalam di kantor bupati. "Aktivitas ekplorasi memang berdekatan dengan areal taman nasional, bukan berada di dalam taman nasional," katanya kepada wartawan di Kupang, Senin (24/5).

Ia menduga warga yang menolak tambang berasal dari kubu pasangan calon kepala daerah yang berseberangan dengan calon kepala daerah lainnya. Pasalnya, saat ini, calon kepala daerah di Sumba Timur menggelar kampanye untuk mengikuti pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) pada 3 Juni mendatang. "Mereka yang menolak (eksplorasi emas) jumlahnya hanya puluhan," kata Yohanes.

Dengan penolakan tersebut, warga di Desa Wanggameti kini terbagi dalam dua kubu, yakni kubu pro tambang yang jumlahnya lebih besar dari kubu yang menolak aktivitas tambang. Dua kubu itu harus segera didamaikan guna menghindari terjadinya bentrokan.

Menurut Yohanes, pemerintah tidak sembarangan memberikan izin kepada perusahaan untuk menambang di lokasi tersebut. "Kalau kita salah memberikan izin, misalnya di dalam taman nasional, kita melanggar hukum sehingga bisa langsung ditangkap polisi," ujarnya.


Ekplorasi emas itu dilakukan PT Fathi Resources asal Jakarta yang diberi izin oleh Pemerintah Provinsi NTT pada 2007 untuk melakukan ekplorasi emas di lahan seluas 99.970 hektare (ha) meliputi wilayah Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat. Tetapi, penolakan warga hanya muncul di Kabupaten Sumba Timur.


[sumber : Media Indonesia]

0 komentar:

Poskan Komentar