MARAING SAPU RUMAH, LURI DAN PINANG BERAKSI

Written By Admin on Minggu, Mei 16, 2010 | Minggu, Mei 16, 2010

WAINGAPU - Para calon bupati dan wakil bupati (Cabup-cawabup) bersaing mengumbar program menjelang pelaksanaan Pemilu Kada di Kabupaten Sumba Timur, 3 Juni mendatang.

Pasangan Maraing (Ir. Umbu Manggana-Drs. Kristofel Praing) seratus hari pertama masih fokus menyapu rumah (pembenahan birokrasi), pasangan Lukas Kaborang-Rambu Lika Atahumba (Luri) fokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, sementara paket Pinang langsung dengan aksi pemberantasan korupsi.

Program 100 hari para Cabup-Cawabup Sumba Timur ini terungkap dalam dialog interaktif yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kriswina Sumba dan Stimulant Institut Sumba di Aula Serba Guna STIE Kriswina Sumba, Rabu (12/5/2010).


Dalam dialog yang dipandu Direktur Stimulant Sumba, Stefanus Makambombu, S.Kom, M.Si ini, pasangan Luri yang mendapat kesempatan pertama, langsung masuk dengan program ekonomi kerakyatakan berbasis pertanian dan peternakan sebagai model pembangunan ekonomi yang diklaim paling cocok untuk Sumba Timur. Lukas Kaborang yang merupakan mantan Bupati Sumba Timur periode 1995-2000, sempat membeberkan keberhasilannya di bidang pertanian dan lingkungan hidup saat masih menjabat Bupati Sumba Timur sepuluh tahun yang lalu.
Karena itu, jika terpilih ia akan melanjutkan program yang belum sempat dituntaskan sepuluh tahun yang lalu.

"Pasar Matawai kita tuntaskan karena pasar ini merupakan pusat pertemuan petani kita dengan pasar. Seluruh saluran irigasi akan kita optimalkan serta penegakan hukum terutama korupsi dan pencurian ternak," tegas Lukas.

Di bidang lingkungan hidup, Lukas akan mewajibkan masyarakat untuk menanam 100 pohon/orang/tahun.
Pasangannya Rambu Lika Atahumba lebih kepada program kesetaraan gender dan pendidikan. Rambu Lika menilai keterlibatan perempuan dalam segala sektor masih rendah. Karena itu, ia maju mengubah kondisi yang ada.

Pasangan Maraing juga tidak kalah. Umbu Manggana dan Kris Praing mengatakan, seratus hari pertama, keduanya memilih untuk fokus pada pembenahan birokrasi karena segala program akan berjalan baik jika birokrasinya baik. Untuk seratus hari kedua, jelas Manggana, pihaknya sudah menyiapkan program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.


Manggana mengatakan, kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Timur sampai saat ini masih rendah karena minimnya sarana prasarana pendidikan, rendahnya kesejahteraan guru.
Di bidang kesehatan, kata Manggana, sarana prasarana rumah sakit belum memadai, kesejahteraan tenaga medis, para medis rendah. Sedangkan di bidang ekonomi potensi di bidang kelautan dan perikanan masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, kata Manggana, program yang dirancang Maraing untuk lima tahun ke depan jika terpilih dalam Pemilu Kada, 3 Juni mendatang yaitu program-program untuk menjawab persoalan yang ada.

Kris Praing menambahkan, perubahan masyarakat harus dimulai dari pemimpin karena pada pemimpin ada kecenderungan. Untuk melakukan perubahan, kata Praing, seluruh kekuatan yang ada harus bersinergi. Pemerintah, pengusaha dan masyarakat harus saling melengkapi. Pemerintah tidak dominasi dan intervensi terlalu juah kepada pengusaha, penguasa tidak boleh mendikte pengusaha dan pemerintah dan pengusaha tidak boleh intimidasi masyarakat.

Sementara Paket Pinang melalui calon wakil bupati, Rudiyanto Kabunang, mengatakan, perubahan suatu pemerintahan hanya bisa dilakukan jika sikap moral pemimpinnya baik. Karena itu, dalam 100 hari pertama fokus dari paket ini, yakni pemberantasan korupsi. Menurut paket ini, korupsi merupakan penyebab dari segala persoalan yang ada.

Di bidang ekonomi, Kabunang tidak hanya menyuruh masyarakat tanam tetapi bagaimana para petani mendapat manfaat lebih dari apa yang mereka tanam, yaitu dengan membuka jaringan pasar untuk produk-produk pertanian, menghadirkan lembaga keuangan mikro di pusat-pusat ekonomi dan membentuk koperasi di daerah-daerah potensial. Di bidang lingkungan hidup, Kabunang akan membuat program satu orang satu pohon dengan diimbangi penegakan hukum pelaku illegal loging dan perusakan lingkungan.

Dialog interaktif di STIE Kriswina ini hanya dihadiri tiga paket. Sedangkan paket GBY-MK (Gidion Mbilijora, M.Si dan Matius Kitu), Emanuel Babu Eha-Umbu Hapu Mbeju (Maju) tidak hadir.

[copyright by : pos kupang online]

0 komentar:

Poskan Komentar