DPD GOLKAR SUMBA TIMUR KELUARKAN REKOMENDASI

Written By Admin on Kamis, Juli 08, 2010 | Kamis, Juli 08, 2010

WAINGAPU - Sedikitny empat anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPRD akan direkomendasikan oleh DPD II partai Golkar kabupaten Sumba Timur kepada DPP partai Golkar melalui DPD I partai Golkar NTT untuk segera diproses pergantian antar waktu (PAW).

Tiga dari empat anggota Dewan tersebut adalah angggota DPRD Sumba Timur masing-masing, Oemboe Nggikoe, Umbu Kahumbu Ngiku, dan Umbu Kudu Praibakul. “Satunya adalah anggota F-PG DPRD NTT mewakili daerah pemilihan Sumba dan diusul oleh DPD II partai Golkar Sumba Timur dalam pemilu legislatif, April 2009 atas nama Hendrik Rawambaku,” kata wakil ketua bidang OKK DPD II partai Golkar Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq kepada Timor Express melalui telepon selulernya dari Jogjakarta –Jateng, Rabu (7/7) kemarin.

Menurut Ali yang juga ketua F-PG DPRD Sumba Timur itu, ke-empat anggota F-PG DPRD Sumba Timur dan DPRD NTT yang akan direkomendasikan DPD II partai Golkar Sumba Timur untuk segera di PAW Tersebut karena terbukti membelot dan mendukung paket lain diluar yang diusung oleh Golkar, Gidion Mbilijora-Matius Kitu (GBY-MK) dalam pemilukada Sumba Timur, 3 Juni lalu. “Setelah tanggal 12 Juli 2010 kita akan menggelar rapat pleno DPD II partai Golkar Sumba Timur.

Agendanya, membahas dan merekomendasikan PAW tiga angota F-PG DPRD Sumba Timur dan satu anggota F-PG DPRD NTT untuk segera di PAW kepada DPP partai Golkar melalui DPD
I partai Golkar NTT. Saya bersama pak Palulu P Ndima dan pak Gidion Mbilijora akan ke Semarang menghadiri pernikahan putra pertama pak Matius Kitu.

Kami kembali ke Waingapu pada tanggal 12 Juli nanti,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, tiga anggota DPRD Sumba Timur, Umbu Kudu Praibakul, Umbu Kahumbu Nggiku dan Umbu Yunus Hungameha yang diisukan bakal di-PAW dari keanggotaannya dalam F-PG DPRD Sumba Timur membantah membelot dan mendukung paket lain selain GBY-MK, paket yang diusung partai Golkar dalam pemilukada Sumba Timur, 3 Juni.

Menurut Umbu Kahumbu Nggiku, dukungannya pada GBY-MK dibuktikan ketika digelarnya kampanye terakhir di lapangan Rihi Eti Prailu-Waingapu, Sabtu 29 Mei lalu. “Saya ketika itu turut berkempanye untuk kemenangan GBY-MK di pemilukada 3 Juni. Tapi kenapa saya dinyatakan tidak loyal dan mendukung paket lain yakni Umbu Manggana-Khristofel Praing (Maraing).

Kalau dukung Maraing hasilnya tentu tidak seperti itu yang hanya 20 ribu lebih suara dalam pemilukada lalu,” akunya. Hal senada disampaikan Umbu Kudu Praibakul. Menurutnya, tudingan bahwa ia membelot tidak mendasar dan berawal ketika digelarnya Musda Golkar Sumba Timur Desember 2009. “Waktu Musda Golkar Sumba Timur saya memang mendukung Umbu Manggana sebagai ketua DPD II partai Golkar Sumba Timur atau bukan Palulu P Ndima.

Tapi setelah Musda, sebagai kader Golkar saya tentunya tetap mendukung apa yang sudah diputuskan Golkar yakni paket GBY-MK di pemilukada 3 Juni,” imbuhnya. Sementara menurut Umbu Yunus Hungameha, bukti loyalitasnya pada Golkar adalah ketika kampanye GBY-MK yang digelar dikediamanya di Kananggar kecamatan Paberiwai.

Sementara itu, Hendrik Rawambaku yang dikonfirmasi, mengatakan, hingga tadi malam dirinya belum mendapat informasi baik lisan maupun tulisan tentang rencana PAW terhadap dirinya dari DPRD Provinsi NTT. "Saya belum tahu itu (PAW, Red). Saya belum baca suratnya," kata Hendrik.

Namun, saat ditanya terkait tudingan terhadap dirinya yang tidak mendukung calon Golkar dalam Pemilukada Sumba Timur 3 Juni lalu, Ketua Komisi D DPRD NTT ini membantahnya. Dia mengatakan, sebagai kader Golkar dirinya mendukung calon yang diusung oleh Partai Golkar. "Saya kan kader Golkar, jadi saya harus mendukung calon dari Golkar," ujarnya lagi.

Hendrik tidak banyak mengomentari rencana PAW terhadap dirinya. Saat ditanya lebih jauh, dia hanya meminta agar apa yang dilakukan harus sesuai dengan kewenangan masing-masing. "Nanti saya baca dulu suratnya, tapi saya sarankan agar lakukan sesuai batas kewenangan masing-masing," tandas Hendrik.

[Sumber : Timor Express]

0 komentar:

Poskan Komentar