TAHUN 2011 SUMBA TIMUR BEBAS LISTRIK DIESEL

Written By Admin on Selasa, November 02, 2010 | Selasa, November 02, 2010

Waingapu - Era kepemimpinan Dahlan Iskan (Dirut PT PLN) memang banyak kejutan. Selain membebaskan Indonesia dari pemadaman bergilir, mantan CEO Jawa Pos itu juga bertekad menjadikan pulau Sumba sebagai daerah tanpa mesin pembangkit listrik menggunakan tenaga diesel.

“PT PLN sekarang diera kepemimpinan pak Dahlan Iskan sebagai direktur utama sedang menuju perubahan dari birokratik menjadi entrepreneur murni. Untuk itu, banyak hal yang harus dilakukan. Salah satunya, kami ingin menjadikan pulau Sumba di tahun 2011 nanti sebagai pulau bebas asap pembangkit listrik tenaga diesel,” kata Direktur Operasional PT PLN wilayah Indonesia Timur, Vickner Sinaga dalam sambutannya di acara peresmian sejuta sambungan di Sumba Timur, Rabu (27/10) kemarin.

Menurut Vickner, untuk mewujudkan hal itu, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan bupati pada empat kabupaten di pulau Sumba. Kerjasama tersebut papar Vickner sebelum mendampingi Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora dalam uji coba penggunaan listrik dengan sistem prabayar (digital) di lembaga pengembangan komputer Elshakom itu, melalui pengembangan dan pemanfaatan seluruh potensi alam yang dimiliki pulau Sumba seperti air terjun, matahari dan angin.

“Jadi ditahun 2011 nanti sudah tidak ada lagi yang namanya pembangkit listrik tenaga diesel. Kita ingin mengulang sejarah di tahun 1955 ketika mantan presiden RI pertama, Soekarno memimpin yang namanya Konferensi Meja Bundar dimana hampir seluruh pemimpin dunia berkumpul di Indonesia. Padahal ketika itu, Indonesia baru lima tahun merdeka.

Nah sejarah yang langka itu akan terulang kembali di Sumba ketika pulau ini bebas asap diesel di tahun 2011 nanti karena energi listrik yang digunakan seluruhnya bersumber dari kekayaan alam yang ada seperti tenaga air, matahari dan angin.

Dari seluruh wilayah di Indonesia Timur, kami memilih Sumba sebagai daerah yang akan menjadi pilot projek pengambangan listrik tanpa menggunakan tenaga diesel. Jadi bukan cuma di Indonesia tapi satu-satunya di dunia,” tandasnya diacara yang juga dihadiri GM PT PLN NTT Januwarsono, kepala PT PLN Sumba I Putu Priayatna dan kepala PT PLN Ranting Sumba Timur Andreas J Mehang itu.

Vickner mengungkapkan, program sejuta sambungan di seluruh Indonesia termasuk Sumba Timur yang diresmikan Rabu kemarin dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat akan listrik.

“Jadi Sumba saat ini adalah daerah yang paling tertinggal di Indonesia terkait pelayanan listrik yang hanya sebesar 26 persen. Tapi melalui program sejuta sambungan ada kenaikan sebesar 5 persen dan saat ini sudah mencapai 31 persen. Persentasi ini akan terus ditingkatkan hingga sebesar 80 persen. Kita butuh dukungan empat bupati yang ada di pulau Sumba ini," ulangnya.
Hal senada disampaikan GM PT PLN NTT Januwarsono.

Menurutnya, selain bebas asap mesin pembangkit listrik tenaga diesel, warga juga akan menikmati listrik dengan sistem prabayar (digital). Listrik sistem prabayar terangnya, memiliki sejumlah keunggulan diantaranya, tidak ada lagi komplain pelanggan pada petugas yang diduga salah mencatat jumlah pemakaian pada meteran listrik yang ada. “Listrik prabayar menggunakan sistem pulsa. Jadi berapa jumlah pulsa yang dibeli, maka pelayanan listrik disesuaikan dengan itu,” jelasnya.

Sementara, Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora dalam sambutannya menegaskan kesiapannya mendukung apapun kebijakan PT PLN termasuk menjadikan Sumba sebagai pulau tanpa asap pembangkit listrik tenaga diesel di tahun 2011 nanti.

“Ini kita lakukan hanya dengan satu tujuan yaitu memajukan pulau Sumba dan Kabupaten Sumba Timur khususnya jauh lebih baik dari sekarang melalui pemanfaatan sejumlah potensi yang ada,” ingatnya.

Terpisah, kepala Ranting PT PLN Sumba Timur, Andreas J Mehang mengatakan, program sejuta sambungan baru di wilayah tersebut melebihi dari target yang ditetapkan sebesar 1.008 menjadi 1.300 pelanggan baru. Sementara untuk listrik prabayar tambah Andreas, saat ini sudah sebanyak 250 pelanggan yang menggunakan sistem tersebut.

Disaksikan Timor Express, selain peresmian penggunaan listrik sistem prabayar, acara tersebut juga diiringi dengan penanaman pohon mahoni dan beringin di sekitar wilayah patung kuda KM 9 Kecamatan Kota Waingapu.

Direktur Operasional PT PLN Wilayah Indonesia Timur, Vickner Sinaga juga meninjau wilayah Laipori Kecamatan Pandawai yang akan dijadikan pusat pengembangan listrik tenaga bayu.

[Sumber : Timor Express]

0 komentar:

Poskan Komentar