PENIMBUNAN MITAN JUGA TERJADI DI SUMBA

Written By Admin on Kamis, Desember 16, 2010 | Kamis, Desember 16, 2010

WAINGAPU - Kelangkaan minyak tanah (mitan) tidak hanya terjadi di Kota Kupang. Di Sumba Timur, minyak tanah juga hilang dari pasaran. Dari sidak tim gabungan yang dilakukan aparat dari Bagian Ekonomi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Satuan Polisi Pamong Praja, Rabu (15/12/2010), ditemukan ratusan liter minyak tanah ditimbun pangkalan dalam gudang.

Pangkalan yang kedapatan menimbun minyak tanah langsung diberi teguran keras dan diancam akan dicabut izin pangkalan jika pangkalan-pangalan nakal tersebut masih melakukan penimbunan.

Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi minyak tanah di 10 pangkalan. Sepuluh pangkalan yang menjadi sasaran sidak tim gabungan yaitu Pangkalan Mustika, Aneka Suasana Baru, Toko Megah, Primadona, Dua Jaya, Suhartini dan empat pangkalan lainnya yang tersebar di Kelurahan Kemala Putih, Kampung Baru dan Matawai. Dari 10 pangkalan yang disidak tim gabungan, ada tiga pangkalan yang kedapatan menimbun minyak tanah. Tiga pangkalan tersebut yaitu Mustika, Primadona dan Suhartini.

Meskipun voulumenya hanya sekitar 100 liter atau setengah drum, namun tim gabungan menilai tindakan tiga pangkalan tersebut menyalahi aturan karena menyimpan minyak tanah dalam gudang, bukan di tempat yang mudah dilihat masyarakat.

Apalagi dua pangkalan, Mustika dan Suhartini, kedapatan menolak melayani masyarakat yang membutuhkan minyak tanah dengan alasan stok minyak tanah habis, padahal kedua pangkalan itu menyimpan stok dalam gudang.

Beragam alasan dari pemilik pangkalan untuk membenarkan tindakannya tersebut. Pemilik Pangkalan Mustika, misalnya, yang kedapatan menyimpan minyak tanah setengah drum dan puluhan liter minyak tanah dalam jerigen 35 liter dan 20 liter beralasan minyak tanah yang ada milik masyarakat dari desa. Namun ketika tim gabungan meminta nota pembelian, pemilik pangkalan hanya mampu menunjukkan dua nota.

Domu Wora dari Dinas Perindag Sumba Timur langsung memberikan teguran keras dan mengancam akan mencabut izin pangkalan tersebut jika masih mengulangi perbuatan yang sama.
Di Pangkalan Suhartini Kambajawa, tim gabungan menemukan ratusan liter minyak tanah ditimbun. Bahkan, pemilik pangkalan pada hari itu memilih tidak melayani permintaan minyak tanah dari warga sekitar dengan alasan warga yang membeli minyak tanah di pangkalan itu terlalu banyak. Selain ditimbun di drum, Pangkalan Suhartini juga menimbun minyak tanah dalam jerigen lima liter. Jumlah jerigen yang berisi minyak tanah mencapai puluhan jerigen.

Pemilik pangkalan beralasan, minyak tanah dalam jerigen itu akan dijual ke konsumen yang membeli dengan volume lima liter. Namun tim gabungan secara tegas mengatakan tindakan Suhartini salah dan memerintahkan pemilik pangkalan untuk segera melayani permintaan minyak tanah warga setempat.

Dari Kawangu dan Kambaniru, tim gabungan menyita tujuh jerigen minyak tanah volume 35 liter yang hendak dibawa ke Sabu Raijua. Ratusan liter minyak tanah tersebut langsung diamankan anggota Satuan Polisi Pamong Praja.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Sumtim, Drs. Longginus Nganggur, yang ditemui beberapa saat sebelum sidak ke pangkalan mengatakan, pengawasan terhadap pangkalan akan terus dilakukan sampai tahun baru untuk menjamin pasokan keamanan pasokan minyak tanah kepada konsumen menjelang Natal 2010 dan tahun Baru 2011.

Di Kota Kupang, sejumlah agen minyak tanah memfokuskan penyaluran kepada pangkalan yang dinilai ramai dari pembeli dan pangkalan di pemukiman yang padat penduduk. Pertamina Area Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan minyak tanah untuk keperluan operasi pasar sebanyak 300.000 liter.

Hal ini disampaikan sejumlah agen minyak tanah ketika ditemui Pos Kupang, Rabu (15/12/2010). Menurut mereka pendistribusian minyak tanah kepada pangkalan oleh agen dalam operasi pasar mengedepankan fakta yang ada yaitu kepadatan penduduk terutama pangkalan di pemukiman, tempat usaha seperti usaha rumah makan, warung atau kuliner lainnya. Sedangkan distribusi rutin tetap dilakukan sesuai kuota masing- masing pangkalan.

Lois, Pengurus Agen Anawara, mengatakan, sejak adanya operasi pasar tanggal 13 Desember lalu, pihaknya termasuk agen yang akan mendistribusi minyak tanah operasi pasar. "Agen kami setiap hari distribusi sebanyak 25 kiloliter/hari atau 25 ton. Jumlah ini kita fokus pada pangkalan yang ramai atau sering terjadi antrean dan juga pangkalan yang ada di pemukiman terpadat," kata Lois.

Dikatakan Lois, Agen Anawara membawahi 51 pangkalan dalam Kota Kupang dan tidak semua pangkalan mendapat jatah minyak tanah operasi, kecuali yang ada di pemukiman terpadat atau lokasi ramai sesuai data di lapangan. "Stok yang diberikan pertamina aman dan bisa sampai akhir operasi pasar. Tentu selain kami salurkan ke pangkalan yang ramai dan yang ada di pemukiman, juga di pangkalan-pangkalan yang rawan," ujarnya.

Joseph Niti Susanto, selaku salah satu agen mengatakan, penyaluran minyak tanah operasi pasar berlangsung aman sejak hari pertama. "Prinsipnya sama juga, yaitu distribusi kami pada pangkalan yang padat penduduk atau ada di lingkungan perumahan dan yang rawan serta pangkalan yang setiap hari ramai pembeli," kata Susanto.

Sales Area Manager Pertamina NTT, Elhard TB Wariki, mengatakan, sampai saat ini penyaluran minyak tanah untuk operasi pasar aman dan lancar. Pihaknya tetap memantau perkembangan setiap saat dan selalu menerima laporan distribusi dari setiap agen.

Menurut Elhard, total minyak tanah yang akan didistribusikan sebanyak 1.805.000 liter dan untuk keperluan operasi pasar sebanyak 300.000 liter.

[Sumber : Pos Kupang]

0 komentar:

Poskan Komentar