Program PDIP Sederhana dan Membumi

Written By Admin on Sabtu, Maret 28, 2009 | Sabtu, Maret 28, 2009

WAINGAPU - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) siang kemarin (27/3) melakukan kampanye rapat umum di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya tampil sebagai juru kampanye provinsi dalam kampanye yang dipusatkan di Stadion Rihi Eti, Prailiu-Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Kurang lebih dua ribuan massa dan simpatisan PDIP dari berbagai kecamatan di Sumba Timur hadir memenuhi tribun sepanjang 70 meter yang berada disalah satu sisi stadion kebanggaan masyarakat Matawai Amahu Pada Ndjara Hamu itu.


Selain hadir Frans Lebu Raya yang juga Gubernur NTT itu, turut hadir para caleg dari empat daerah pemilihan di Sumba Timur, caleg DPRD NTT serta caleg DPR RI asal Sumba Timur. Tak hanya itu, dua putra terbaik Sumba Timur yang mencalonkan diri untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, yakni Piter Djami Rebo dan Imanuel Babu Eha juga hadir dalam kampanye partai berlambang Banteng gemuk mulut putih tersebut.

Sebelum Frans Lebu Raya tampil berorasi, para caleg DPRD Sumba Timur dari empat dapil secara bergiliran tampil memperkenalkan diri serta menyampaikan tekad mereka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur jika terpilih menjadi anggota dewan dalam pemilu legislatif tanggal 9 April nanti.

Sementara itu, Frans Lebu Raya dalam orasi politiknya secara khusus menyampaikan bahwa keputusan dirinya memilih Sumba Timur sebagai lokasi kampanye rapat umum putaran pertama PDIP NTT karena dia ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumba Timur, dan masyararakat Sumba secara umum karena sudah mengantar Fren (Frans Lebu Raya-Esthon Foenay) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013.

"Terimakasih karena bapak/ibu sudah memberi dukungan yang paling kuat dari Sumba Timur. Karena itu, sebagai Ketua Umum PDIP NTT, saya menyampaikan limpah terimakasih sekaligus juga memohon dukungan selanjutnya dari seluruh rakyat Sumba Timur dan Sumba umumnya untuk tetap memberi dukungan kepada Fren dan juga PDIP agar tetap memperhatikan rakyat, bukan bekerja untuk diri sendiri.

Karena itu, pilihlah PDIP, partai dengan nomor urut 28 tanggal 9 April nanti," ungkap Frans Lebu Raya disambut histeria seluruh kader dan simpatisan PDIP.
Menurut Frans Lebu Raya, mengapa dia mengajak seluruh rakyat untuk memberi dukungan kepada PDIP dalam Pemilu nanti?

Ini karena PDIP selalu menawarkan program sederhana, merakyat dan membumi. "Saya mengajak bapak/ibu untuk memilih PDIP dan juga memilih ibu Mega (Megawati Soekarnoputri, Red) sebagai presiden pada Pilpres bulan Juli nanti.

Kalau ibu Mega terpilih jadi presiden, rakyat Indonesia akan kembali sejahtera. Ibu Mega punya program yang sederhana, tidak muluk-muluk dan menyentuh kebutuhan rakyat. Misalnya pangan dan sembako murah," papar Frans Lebu Raya.

Tak hanya itu, Frans Lebu Raya juga menyampaikan bahwa program Anggur Merah (anggaran untuk menyejahterakan rakyat) yang telah disampaikan kepada rakyat saat kampanye Pilgub NTT lalu juga semata-mata untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Misalnya memperbanyak akses lapangan pekerjaan yang bermuara kepada penyerapan ribuan tenaga kerja. "Semua yang disampaikan ini merupakan tekad dari PDIP untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dan ini bukan slogan. PDIP beri bukti bukan janji. PDIP harus berterimakasih kepada rakyat sebab PDIP besar dan maju karena rakyat," ungkap Frans Lebu Raya disambut pekik merdeka dan hidup PDIP oleh massa yang hadir kemarin.

Dalam kampanye itu, Frans Lebu Raya juga mengatakan bahwa ketika dirinya dan rombongan mendarat di Bandara Mau Hau, Sumba Timur, hujan langsung turun. Setelah hujan, saat berkampanye, cuaca cerah menyertai. Ini, kata Frans Lebu Raya, menandakan bahwa PDIP diberkati. Karena itu, dirinya yakin dan optimistis bahwa bersama PDIP, pembangunan di NTT pasti lebih maju ke depan.

Diakhir orasinya, sambil mengenalkan para caleg asal Sumba Timur untuk DPRD NTT maupun DPR RI serta dua anggota DPD NTT, Piter Djami Rebo dan Imanuel Babu Eha, Frans Lebu Raya juga menyampaikan kepada seluruh rakyat Sumba Timur dan Sumba secara umum bahwa, sebagai Ketua DPD PDIP NTT, dirinya akan mengawasi seluruh pergerakan anggota dewan asal PDIP di DPRD.

Bila nanti mereka kedapatan menyusahkan rakyat, bukan menolong rakyat, dirinya tak segan-segan untuk memecat atau mem-PAW-kan anggota dewan dimaksud. "Nanti, kalau ada anggota dewan asal PDIP yang meyakiti hati rakyat, saya akan pecat atau PAW anggota dewan itu. Karena itu, saya akan terus memantau. Jadi sekali lagi, bapak/ibu sekalian, jangan ragu untuk memilih caleg asal PDIP, karena semua sudah bertekad untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat," pungkas Frans Lebu Raya.

Untuk diketahui, Frans Lebu Raya yang tiba di Waingapu pagi sekitar pukul 10.00 wita, langsung meluncur ke kediaman raja Karera di Kota Waingapu, Umbu Hunga Meha atau yang lebih dikenal dengan sebutan Umbu Nai Nggaba.

Kurang lebih 15 menit di kediaman Raja Karera, rombongan Frans Lebu Raya meluncur ke Desa Patawang, Kecamatan Umalulu dalam rangka melayat ke rumah duka Frans Rihi, Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, yang tengah berduka sehubungan dengan kematian ayah kandung Frans Rihi, Eduard Rihi. Usai melayat, rombongan Frans Lebu Raya berbalik ke Waingapu untuk melakukan kampanye rapat umum, dan setelah itu langsung bertolak kembali ke Kupang petang kemarin. Timex

0 komentar:

Poskan Komentar