Jelang 2010, Ada Gerakan ABG

Written By Admin on Senin, Maret 23, 2009 | Senin, Maret 23, 2009

WAINGAPU - Eskalasi politik di Kabupaten Sumba Timur mulai memanas bukan hanya menjelang pemilu legislatif, 9 April tapi juga pilkada 2010. Kuat dugaan, ada gerakan asal bukan gidion (ABG) yang dimotori oknum pejabat eselon III dan II di Setda Sumba Timur.

Beberapa PNS kepada Timex, Jumat (20/3) lalu membenarkan indikasi tersebut. "Ini sudah tidak betul lagi, ada pejabat eselon III dan II yang memotori gerakan ABG itu karena mereka punya kepentingan langsung di pilkada Bupati/Wabup 2010 nanti. Mereka mulai melakukan gerakan ABG dengan memfitnah Bupati Gidion Mbilijora," aku seorang PNS yang enggan namanya dikorankan.

Informasi lain juga menyebutkan, gerakan tersebut dilakukan oleh oknum pejabat terkait upaya Bupati Gidion Mbilijora menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa di Setda Sumba Timur. "Ini berkaitan juga dengan kasus APBD Sumba Timur yang kini ditangani polisi dan BPKP termasuk mutasi kali lalu. Ada pejabat yang tidak suka dengan itu karena tidak ada lagi peluang mereka untuk melakukan korupsi uang negara," kata sumber itu lagi.

Menanggapi sinyalemen tersebut, Bupati Gidion Mbilijora menegaskan, akan mencermati hal itu. Namun menurut mantan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Wabup Sumba Timur ini, ia tidak akan terpengaruh dengan upaya mendiskreditkan dirinya oleh oknum pejabat yang punya kepentingan lain. "Sepanjang yang saya lakukan demi kemajuan Sumba Timur, hemat saya, itu tidak masalah karena rakyat Sumba Timur juga yang menilainya," tandasnya.

Toh begitu, Gidion tidak menampik akan menindak tegas oknum pejabat yang melakukan upaya diskriminatif tersebut bila ada bukti yang mengarah. Menurutnya, ia tidak membatasi hak politik setiap orang termasuk stafnya yang ingin bersaing di pilkada 2010, tapi dengan cara yang elegan bukan bermodalkan fitnah belaka.

"Saya sebenarnya sudah tahu siapa saja oknum pejabat di Setda Sumba Timur yang berupaya mendiskreditkan saya. Selain karena tidak sependapat dengan upaya hukum yang saya lakukan dalam kasus APBD mereka juga punya kepentingan di pilkada 2010 nanti.

Saat ini, saya sedang mencermati hal itu. Tapi yang terpenting bagi saya, apa yang saya lakukan selama ini bukan untuk kepentingan saya pribadi tapi demi kepentingan dan masa depan daerah ini," tegasnya.

Umbu Dondu, warga Kawangu Kecamatan Pandawai meminta Bupati Gidion Mbilijora tidak mempedulikan upaya diskriminatif stafnya karena ketegasannya dalam kasus tersebut mendapat dukungan mayoritas warga Sumba Timur. "Rakyat Sumba Timur tentunya tidak akan mendukung calon bupati yang melindungi korupsi," ulangnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DRPD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq menegaskan, pihaknya mendukung upaya hukum yang dilakukan Bupati dalam kasus APBD Sumba Timur guna mengetahui secara pasti aliran dana dimaksud. "Justru aneh bagi saya kalau sampai ada pejabat di Setda Sumba Timur yang tidak menyetujui upaya hukum yang sudah dilakukan oleh Bupati," paparnya seraya mengingatkan, pejabat tersebut tidak melakukan upaya diskriminatif terkait kepentingan di pilkada 2010.

"Bermainlah dengan fair dan elegan jangan memfitnah karena bukan simpati yang didapat tapi justru antipati dari masyarakat," tukasnya. Timex

0 komentar:

Poskan Komentar