Logistik Dapil I dan IV Kurang Warga Terancam Tak Ikut Pemilu

Written By Admin on Sabtu, April 04, 2009 | Sabtu, April 04, 2009

WAINGAPU - Warga Sumba Timur yang bermukim di wilayah kecamatan dan masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) Sumba Timur 1 dan 4 terancam batal mengikuti pemilu legislatif (pileg) 9 April nanti.
Pasalnya, hingga kini, kekurangan logisltik pileg di wilayah tersebut belum juga dipenuhi KPU Pusat. Meski begitu, KPU Sumba Timur sejak Jumat (3/4) kemarin, mulai mendistribusikan sejumlah logistik pileg pada semua daerah pemilihan (dapil) di wilayah itu.

Untuk tahap pertama, logistik tersebut didistribusikan ke Dapil Sumba Timur 3 minus kecamatan Pandawai. Juru bicara KPU Sumba Timur, Ndilu Maupandji kepada Timex di gedung nasional Umbu Tipuk Marisi tempat menampung seluruh logistik tersebut mengungkapkan, distribusi logistik pileg di Sumba Timur berakhir hingga tanggal 8 April atau satu hari menjelang hari H (9 April, red).

Minus kecamatan Pandawai, disebabkan wilayah tersebut berdekatan dengan kecamatan Kota dan Kambera sehingga akan didistribusikan kemudian. "Kita prioritaskan dulu dapil-dapil yang berada dalam wilayah kecamatan terjauh," jelasnya.

Dikatakan, besok (hari ini, red) pihaknya akan kembali mendistribusikan logistik tersebut ke wilayah kecamatan yang masuk dalam Dapil 3. Soal kekurangan logistik di Dapil 1 dan 4 sebanyak 21.629 Surat Suara, menurut Ndilu, hingga kini, belum juga terjawab.

"Tapi kita sudah kordinasi dengan KPU NTT soal kekurangan logisltik pileg di dapil I dan IV itu. Dari KPU provinsi memastikan logistik pileg itu dikirim menggunakan kapal Ferry secepatnya. Tapi yang kita kuatirkan, adanya hambatan dalam pengiriman logistik pileg itu misalnya gelombang laut. Kalau mengunakan pesawat hemat kami jauh lebih baik dan terjamin karena pileg tinggal beberapa hari lagi," imbuhnya.

Seperti diberitakan Koran ini sebelumnya, Ndilu Maupandji mengatakan, untuk surat suara calon anggota DPR, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 130.367 pemilih, Sumba Timur membutuhkan sebanyak 132.974 lembar surat suara.

Pun kebutuhan surat suara untuk calon anggota DPD sebanyak 132.974 lembar, DPRD Provinsi sebanyak 132.974 lembar dan calon anggota DPRD Kabupaten sebanyak 132.974 lembar. Namun setelah dihitung jelasnya, jumlah surat suara yang dikirim dari KPU pusat melalui KPU NTT untuk surat suara calon anggota DPR sebanyak 134.942 lembar.

Dari jumlah tersebut, terdapat 27 lembar surat suara yang rusak dan bila dipatutkan dengan jumlah DPT maka terjadi kelebihan surat suara untuk calon anggota DPR sebanyak 1.630 lembar. Untuk surat suara calon anggota DPD terdapat 38 lembar surat suara yang rusak dan terjadi kelebihan sebanyak 1.710 lembar sedangkan untuk surat suara calon anggota DPRD Provinsi.

Surat suara calon anggota DPRD Kabupaten terdapat sebanyak 176 surat suara yang rusak. Sedangkan di Dapil Sumba Timur I, jumlah surat suara yang dibutuhkan sebanyak 38.950 lembar namun KPU Sumba Timur baru menerima sebanyak 25.563 lembar surat suara dan yang mengalami kerusakan sebanyak 19 lembar sehingga terjadi kekurangan sebanyak 14.418 lembar surat suara.

Kekurangan yang sama juga terjadi pada surat suara untuk Dapil Sumba Timur IV. Dari jumlah yang dibutuhkan sebanyak 30.730 lembar namun yang diterima KPU Sumba Timur dalam pengiriman lalu hanya sebanyak 24.445 lembar sehingga terjadi kekurangan sebanyak 7.211 lembar surat suara.

Dari jumlah tersebut paparnya, terdapat sebanyak 20 lembar surat suara yang mengalami kerusakan. Untuk tinta jari, KPU membutuhkan sebanyak 842 botol dari pengiriman sebanyak 867 botol tinta jari sehingga terjadi kelebihan sebanyak 25 botol tinta jari.

Begitupun untuk segel pemilu, KPU Sumba Timur papar Ndilu, membutuhkan sebanyak 26.523 pcs dari 26.898 pcs yang dikirim sehingga terjadi kelebihan sebanyak 375 pcs sementara untuk formulir pemilu, hingga kini, belum dikirim oleh KPU pusat melalui KPU NTT termasuk kekurangan 21.629 lembar surat suara untuk dapil I dan IV. Timex

0 komentar:

Poskan Komentar