KANTOR DINAS KEHUTANAN KAB SUMTIM TERBAKAR

Written By Admin on Senin, Februari 08, 2010 | Senin, Februari 08, 2010

WAINGAPU - Setelah dua kali gagal, kali ini Kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), benar-benar terbakar. Kebakaran yang terjadi, Sabtu (6/2/2010) sekitar pukul 09.30 Wita, menghanguskan ruangan Kepala Bidang Keuangan tepatnya di meja dan lemari bendahara Gerhan. Berbagai arsip dokumen penting dari program tersebut ikut terbakar.

Bukti lain yang menguatkan dugaan itu, yakni ditemukannya satu liter bensin dalam botol bekas air mineral 1,5 liter di bawah meja kerja kepala bidang keuangan.

Sebelumnya, juga terjadi dua kali upaya untuk membakar kantor tersebut namun gagal. Upaya pertama dilakukan akhir Januari dan kedua pada 3 Februari lalu. Pada kejadian pertama, si pelaku sempat meninggalkan satu liter bensin dalam botol bekas air mineral 1,5 liter dan minyak tanah 2,5 liter di gudang dinas kehutanan.

Menurut informasi yang diperoleh , saat itu si penitip bahan bakar itu sempat mengatakan bahwa ia ditugaskan salah satu pejabat di dinas kehutanan untuk menjaga kantor tersebut. Diduga, pelaku urung melakukan niatnya karena terlanjur diketahui oleh adik dari penjaga gudang.

Si pelaku kemudian berdalih minyak tanah dan bensin tersebut hendak dibawa ke Sumba Barat. Namun yang mencurigakan, botol yang digunakan untuk mengisi bahan bakar tersebut tutupannya sudah dilubangi. Barang bukti kemudian diserahkan ke pihak kepolisian.

Kejadian kedua, 3 Pebruari lalu. Saat itu, ruang kepala dinas kehutanan dilempari bom molotov. Namun upaya tersebut gagal karena api padam sebelum sempat menjalar ke tempat lain. Hanya kaca jendela dan kain horden di ruang kepala dinas yang sempat terbakar. Polisi sempat mendatangi tempat kejadian, namun hingga saat ini belum mampu mengungkap siapa pelaku dan motif di balik peristiwa itu.

Kebakaran kemarin pagi pertama kali dilihat oleh penjaga kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) yang letaknya tidak jauh dari lokasi kebakaran. Penjaga kantor BPM tersebut kemudian memanggil penjaga gudang kantor dinas kehutanan dan mendobrak pintu ruangan tempat sumbernya api. Saat dipadamkan api sudah menjalar ke plafon, namun masih bisa dikendalikan.

Menurut beberapa saksi mata, Kepala Dinas Kehutanan, Ir. Johanes Landuwulang, Kepala Bidang Penatausahaan Hutan, Yulius Ena, dan Kepala Bidang Keuangan, Kornelis, dan beberapa staf lainnya sempat datang ke kantor tersebut.

Yohanes Landuwulang yang dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita dirinya memang sempat berada di kantor untuk melihat keadaan kantor sebelum menuju Rumah Jabatan Bupati Sumtim untuk mengikuti rapat dengan anggota DPRD NTT yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Sumtim. Landuwulang yang saat itu masih terlihat shock mengatakan, saat meninggalkan kantor tidak ada tanda-tanda apa pun. Kondisi kantor, katanya, masih aman.

Sementara Yulius Ena membenarkan bahwa pagi itu dirinya juga berada di kantor itu. Namun ia hanya masuk dalam ruangannya. Sedangkan yang masuk ke ruang keuangan hanya kepala bidang keuangan. Saat meninggalkan kantor, kata Ena, kepala bidang keuangan masih berada di ruangannya. Karena itu, Ena mengaku kaget ketika mendapat informasi ruangan keuangan terbakar.

Ada dugaan bahwa kebakaran terjadi karena arus pendek. Namun beberapa pihak mengatakan, jika arus pendek seluruh ruangan sudah ludes terbakar. Apalagi api sudah sempat sampai ke plafon ruangan.

Bupati Sumtim, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, yang saat itu langsung meninjau lokasi kejadian, terlihat sedikit kecewa dengan pengamanan di kantor tersebut. Apalagi kejadian ini bukan yang pertama. Gidion meminta polisi mengungkap siapa pelaku dan otak di balik peristiwa tersebut dan apa motifnya.

Kapolres Sumtim, AKBP Tetra M Putra, yang dihubungi per telepon, Sabtu sore, mengatakan, sejauh ini sudah tiga orang yang dimintai keterangan, yakni kepala bidang keuangan, penjaga kantor dan Kepala Dinas Kehutanan, Johanes Landuwulang. Namun polisi belum menentukan siapa tersangka. Ketiga orang tersebut statusnya masih menjadi saksi.

*copy from POS KUPANG

0 komentar:

Poskan Komentar