MENGAPA BURONAN RI SENANG PERGI KE SINGAPURA

Written By Admin on Rabu, Maret 31, 2010 | Rabu, Maret 31, 2010

VIVAnews - Sejumlah buronan dari kasus pidana hingga korupsi kedapatan pergi ke Singapura setelah kasusnya terkuak. Gayus Halomoan Tambunan merupakan aktor terakhir yang kabur ke Negeri Singa itu setelah diduga tersandung kasus pajak.

Direktur PuKAT Korupsi FH UGM, Zainal Arifin Mochtar, mengungkapkan, para buronan itu senang pergi ke Singapura karena Indonesia dan Singapura tidak memiliki perjanjian ekstradisi. "Jadi mereka memanfaatkan kondisi seperti itu," kata Zainal saat berbincang dengan VIVAnews, Rabu 31 Maret 2010.

Seperti diketahui, perjanjian ekstradisi RI dan Singapura hingga kini masih belum jelas. Meski kedua negara sudah setuju menandatangani perjanjian ekstradisi pada 2007, namun baik RI maupun Singapura masih belum melaksanakan dengan baik perjanjian tersebut.

Keseriusan Singapura melaksanakan perjanjian ekstradisi dpertanyakan karena para koruptor RI yang kabur ke Singapura juga memiliki investasi di Singapura. Total dana orang Indonesia yang diparkir di sana mencapai sekitar US$ 87 miliar atau setara dengan Rp 783 triliun.

Dengan total parkir dana orang Indonesia yang begitu dahsyat di sana, jangan heran jika Singapura bersikap demikian. Lebih senang menjadi tempat berlindung bagi koruptor Indonesia, ketimbang membantu menangkapnya.

Perjanjian ekstradisi itu ternyata juga memiliki tambahan yakni adanya perjanjian Defence Cooperation Agreement (DCA) dan Mutual Legal Assistance (MLA).

Isi perjanjian itu adalah Singapura diperbolehkan melakukan latihan militer di wilayah Indonesia, termasuk latihan perang dengan negara lain.

Ketiga perjanjian itu memiliki keuntungan dan kerugian. Dari sisi Indonesia, kita memperoleh keuntungan bahwa aset-aset yang dibawa para koruptor bisa disita. Selain itu, RI uga dapat menangkap koruptor tanpa melalui prosedur yang berbelit-belit. RI juga dapat meningkatkan ketrampilan militernya dengan menggunakan peralatan tempur Singapura.

Namun, kerugian yang akan dialami RI adalah, jika Singapura latihan perang di Indonesia, maka Negeri Singa itu dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan kondisi geografi daerah latihan TNI.

Saat ini, sejumlah buronan masih berlindung di balik tidak adanya perjanjian ekstradisi tersebut. Sebut saja Joko Tjandra, buronan kasus Bank Bali. Dia kabur ke Singapura satu hari sebelum divonis dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

Ada lagi, Anggoro Widjojo, buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.

Dua buron kasus Century, afat Ali Rizvi dan Hesham Al Warraq juga diketahui berada di Singapura.

0 komentar:

Poskan Komentar