BANTUAN RP 200 JUTA DARI MENKO KESRA TIBA DI WAINGAPU

Written By Admin on Rabu, April 28, 2010 | Rabu, April 28, 2010

WAINGAPU - Dana bantuan rawan pangan dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) sudah diterima Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Timur. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan beras maupun bantuan lain berkaitan dengan penanggulangan bencana kekeringan di daerah itu.

Sedangkan bantuan beras 100 ton dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana belum ada informasi lebih lanjut. Sementara sumbangan rawan pangan dari PNS melalui Korpri Sumba Timur baru terkumpul Rp 500 ribu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Timur, Umbu Hamakonda, S.E, M.Si mengungkapkan, sumbangan yang masuk ke Sekretariat Korpri Sumba Timur baru dari Pengadilan Negeri (PN) Waingapu. Sedangkan dari dinas/instansi yang lain sedang dalam proses pengumpulan.

"Imbauan ini khusus untuk anggota Korpri. Kita keluarkan sejak awal bulan ini. Kalau ada pegawai yang di luar Korpri mau menyumbang, dengan senang hati kita terima. Sumbangan tidak harus melalui Korpri. Bisa juga langsung kepada masyarakat," kata Hamakonda.

Dia mengungkapkan, saat ini masyarakat masih bertahan dengan beras cadangan pemerintah (CBP) 100 ton yang dibagikan pada 19 April lalu. Setelah CBP akan diikuti beras untuk rakyat miskin/raskin 743 kg yang ditalangi pemerintah daerah Sumba Timur.

Bantuan rawan pangan ini, demikian Hamakonda, tidak saja bagi mereka yang masuk kategori keluarga miskin, tapi juga masyarakat yang tidak masuk aftar rumah tangga miskin yang ikut terkena dampak kekeringan. Bantuan dapat disampaikan ke Sekretariat Korpri di Waingapu.

Untuk mengawasi distribusi berbagai bantuan, kata Hamakonda, pemda setempat telah membentuk tim pengawas mulai dari kabupaten sampai ke tingkat desa. "Tim pengawas untuk awasi distribusi bantuan sudah dibentuk. Tim ini akan diterjunkan ke desa-desa yang terkena dampak kekeringan," imbuhnya.

Bantuan rawan pangan dari pemerintah daerah setempat, kata dia, tidak hanya berupa beras tapi berupa pompa air dan benih memanfaatkan sisa hujan, dan daerah aliran sungai. Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan lahan secara baik sehingga bisa memanfaatkan sisa air hujan yang ada.

Jika sebelumnya, bantuan untuk rawan pangan dari PNS atau anggota Korpri hanya berupa uang, maka bantuan dari masyarakat bisa berupa beras atau bantuan lainnya. "Bantuan dari masyarakat akan disalurkan ke desa-desa yang terkena dampak kekeringan melalui tim yang ada," ujarnya.

*copyright by pos kupang online

0 komentar:

Poskan Komentar