PRESENTASE LELULUSAN TURUN

Written By Admin on Rabu, April 28, 2010 | Rabu, April 28, 2010

WAINGAPU - Persentase kelulusan ujian nasional (UN) di Kabupaten Sumba Timur tahun ini mengalami penurunan yang cukup drastis dari tahun sebelumnya yakni sebesar 19 persen dari 78,31 persen atau menjadi 60,18 persen.

Pengumuman hasil UN di Sumba Timur, Senin (26/4), sebanyak 1.058 siswa SMA/SMK dinyatakan gagal (tidak lulus). Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sumba Timur, Ruben Nggulindima kepada wartawan di ruang kerjanya mengaku, persentase kelulusan SMA/SMK tahun ini mengalami penurunan dikarenakan sejumlah faktor yakni kekurangan guru mata pelajaran Sosiologi dan Antropologi pada SMA dan belum keluarnya nilai praktek 100 lebih siswa pada salah satu SMK.

Menurutnya, terdapat dua SMA yang persentase kelulusannya sangat terpuruk yaitu SMA PGRI Waingapu dan SMA Kristen Payeti. Tahun 2009 lalu papar Ruben, persentase kelulusan dua SMA di atas 80 persen. “Tapi ditahun ini, SMA Kristen terpuruk sampai 44,04 persen dan SMA PGRI 43,37 persen. Padahal, tahun lalu SMA PGRI dan SMA Kristen masih memiliki guru Sosiologi dan Antropologi. Tapi karena adanya peneriman CPNSD tahun lalu, maka guru Sosiologi dan Antropologi di dua SMA itu yang dinyatakan lulus ditempatkan di sekolah lain,” imbuhnya.

Untuk SMKN 1 Waingapu juga mengalami keterpurukan hingga 35,20 persen. “Tapi angka ini masih bersifat sementara karena masih ada sekitar 100 lebih siswa yang nilai UN prakteknya belum keluar. Tapi kalau kita mencermati dari nilai UN tertulis siswa, terdapat 65 orang siswa dari jumlah peserta yang tidak lulus tersebut sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk lulus.

Sebab itu, kita masih melakukan konfirmasi dengan Dinas PPO Pemprov NTT tentang nilai UN praktek 100 lebih siswa SMKN 1,” kata Ruben seraya menjelaskan, secara umum peserta UN SMA yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 718 siswa dari peserta UN SMA sebanyak 1.845 siswa. Sedangkan untuk peserta UN yang dinyatakan lulus sebanyak 1.127 orang (61,08 persen) atau jauh lebih rendah dari persentase tahun lalu sebesar 79,80 persen.

Soal persentase kelulusan siswa SMK peserta UN menurut Ruben, tahun ini hanya sebesar 58,13 persen atau hanya 472 orang dari 812 jumlah siswa peserta UN SMK di Sumba Timur. Persentase kelulusan SMK yang dicapai tahun ini jauh lebih rendah dari persentase yang dicapai tahun lalu sebesar 73,91 persen.

Toh begitu, Ruben tidak menutup peluang bagi siswa yang gagal UN tahun ini karena bisa mengulang pada tanggal 10 hingga 14 Mei 2010. “Saya kuatir, banyaknya siswa yang tidak lulus UN tahun ini akan berdampak pada gangguan keamanan. Itu sebabnya Dinas PPO Sumba Timur melakukan koordinasi dengan Polres Sumba Timur terkait pengamanan pengumuman UN hari ini. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama.

Data yang diperoleh Timor Express menyebutkan, SMAN 1 Waingapu masih menempati urutan pertama terkait persentase kelulusan UN tertinggi SMA. Persentase kelulusan UN SMAN 1 Waingapu berada pada angka 95,40 persen. Posisi terendah, lagi-lagi ditempati SMA Muhammadiyah sebesar 28,72 persen. Dari 94 peserta UN di sekolah swasta tersebut, hanya 27 siswa yang dinyatakan lulus.

Untuk SMK, persentase kelulusan tertinggi ditempati SMK Pahunga Lodu sebesar 97,50 persen. Di sekolah tersebut, dari 40 peserta UN, terdapat 39 orang siswa dinyatakan lulus atau hanya 1 siswa yang dinyatakan gagal. Sedangkan di SMKN 1 Waingapu, dari 321 peserta UN hanya 113 siswa yang dinyatakan lulus atau sebesar 35,20 persen.

Pantauan Timor Express Senin lalu, siswa yang berhasil dan dinyatakan lulus mencoret baju dan celana seragam mereka dengan sejumlah tandatangan menggunakan cat. Mereka juga pawai menggunakan sepeda motor mengelilingi kota Waingapu. Sementara siswa yang gagal UN, memilih pulang ke rumah dengan diantar walinya masing-masing.

*copyright by : timorexpress online

0 komentar:

Poskan Komentar