KETUA GOLKAR SUMBA TIMUR TEGUR KEPALA DINAS

Written By Admin on Senin, April 12, 2010 | Senin, April 12, 2010

WAINGAPU--MI: Ketua Dewan Pimpinan (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Palulu Pabundi Ndima menegur sejumlah kepala dinas di kabupaten itu karena tidak mau mendukung pasangan calon incumbent Gidion Mbilijora-Matius Kitu (YMB-MK).

Teguran Palulu disampaikan ketika berbicara pada acara tatap muka pasangan yang diusung Partai Golkar tersebut di Waingapu, ibu kota Sumba Timur, Sabtu (10/4) petang. "Kalau ada kepala dinas yang tidak mendukung atau masih abu-abu, pulang pikir-pikir," katanya


Informasi mengenai beralihnya dukungan kepala dinas kepada pasangan calon kepala daerah non incumbent menurut Dia, diperoleh dari anggota tim sukses yang dibentuk Partai Golkar. Namun, Palulu tidak bersedia menyebutkan identitas kepala dinas yang berseberangan politik dengan bupati. "Laporan
intelijen swasta saya masih ada kepala dinas yang tidak dukung paket ini (YMK-MK)," tegasnya.

Dia melanjutkan, "Untuk apa kita mendukung paket lain yang sudah ketahun kalah. Kita sudah punya modal 61 persen. Saya yakin (YMB-MK) menang 70 persen," katanya disambut tepuk tangan sekitar seribu simpatisan dan kader Partai Golkar yang hadir.


Palulu yang juga menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumba Timur menyebutkan, sesuai survei pasangan calon bupati yang dilakukan Golkar, Gidion bakal meraih 61 persen suara pada pilkada yang akan digelar pada 3 Juni 2010.


Dia yakin, dukungan tersebut bakal melonjak karena saat ini, banyak warga asal Sumba Barat yang bermukim di Sumba Timur, sudah siap mengalihkan dukungan dari pasangan lain ke pasangan YMB-MK. Itu sebabnya, kata Dia, sebagian warga yang hadir pada pertemuan itu adalah keturunan Sumba Barat.


Pertemuan yang digelar menyerupai kampanye pilkada tersebut juga dimeriahkan dengan tarian dan lagu yang dinyanyikan artis lokal. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat hingga Sabtu petang belum mengeluarkan jadwal kampanye.

*copyright by : media indonesia online

2 komentar:

Anonim mengatakan...

parah tuh ketua DPD.

Anonim mengatakan...

wahh.... su karmana ni masa PNS dilibatkan dlm politik praktis, tau gak itu dilarang UU boz...? ato su tau tp pura2 tdk tau, parah oooo....

Poskan Komentar