MAHASISWA DI OESAPA BERDAMAI

Written By Admin on Jumat, April 09, 2010 | Jumat, April 09, 2010

Perdamaian difasilitasi Pemerintah Kota Kupang dengan membentuk tim koordinasi yang diketuai Kepala Badan Kesbanglinmas, Drs. Firmus Fori, berangotakan tokoh masyarakat Alor, Ir. Ans Takalapeta, Gerson Lauro (tokoh masyarakat Sumba) dan Ir. Olfridus Bria Seran (tokoh masyarakat Belu).

Pertikaian berdarah terjadi pada 6 Maret 2010, menewaskan Frederik Neno, mahasiswa asal Kabupaten Belu. Neno tewas terpanah.

Perdamaian ditandai dengan penandatanganan pernyataan perdamaian oleh perwakilan mahasiswa asal Alor, Sumba dan Belu, dilanjutkan pembacaan pernyataan oleh Andreas Gobang dan Desi Kaleka.


Pernyataan perdamaian, yaitu mahasiswa berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan menghindari minuman keras. Selain itu, mahasiswa juga berjanji untuk tidak merayakan pesta dalam bentuk apa pun dan meminta pemeritah dan aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Mahasiswa juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Belu.


Setelah pembacaan pernyataan, dilanjutkan dengan penyembelian seekor babi oleh Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe. Sebelumnya, kegiatan itu diawali dengan refleksi perdamaian yang disampaikan Pdt. Yuli Bani, S.Th. "Kalau kita saling memaafkan, ada masa depan untuk kita. Saling memaafkan akan membawa manusia ke masa depan yang lebih baik," kata Yuli Bani.


Dalam kesempatan itu, Daniel Adoe menyatakan rasa keprihatinannya terhadap peristiwa yang terjadi. Jika tidak terjadi perdamaian, secara otomatis pembangunan terhambat dan mengakibatkan masyakat tetap menderita.

Menurut Adoe, upacara perdamaian terjadi karena ada kemauan baik dari masing-masing pihak yang bertikai. Perdamaian juga merupakan suatu langka maju demi kebersamaan dan pembangunan di daerah ini. "Saya dukung sepenuhnya proses hukum atas kasus ini dan berjanji akan bersama muspida akan menyelesaikan secepatnya," tegas Adoe.


Untuk menumbuhkan rasa aman di daerak konflik, kata Adoe, pemerintah membangun dua pos polisi di Kelurahan Oesapa. Dan secara bertahap, akan menertibkan KTP dan izin kos-kosan yang ada demi keamanan.


"Saya tegaskan semua mahasiswa yang berdomisili di Kelurahan Oasapa mengurus KTP tanpa biaya. Silakan mendaftarkan diri ke pihak kelurahan dengan membawa rekomendasi ketua RT," kata Adoe.

Hadir dalam upacara perdamaian, Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, Muspida, anggota DPRD Kota Kupang, Mexi Hans Pello, SH, Lurah Oesapa, Simon Ndolu, Camat Kelapa Lima, David Yohannis. Selama acara berlangsung, ratusan personil dari Polresta Kupang serta anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang siaga penuh.

*copyright by pos kupang online

0 komentar:

Poskan Komentar