LAPORAN KELAPARAN SUMBA TIMUR TERCECER DI KEMENTRIAN PDT

Written By Admin on Senin, April 12, 2010 | Senin, April 12, 2010

WAINGAPU--MI: Berkas laporan bencana kelaparan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dilaporkan tercecer di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Akibatnya, sampai Minggu (11/4), bantuan pangan darurat bagi puluhan ribu warga yang didera bencana kelaparan, di daerah itu belum juga disalurkan.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora mengatakan itu kepada wartawan di Waingapu, ibu kota Sumba Timur. "Menteri PDT bilang sudah cek (laporan) ke staf tetapi tidak ada," katanya. Pada Sabtu (10/4), Menteri PDT Helmy Faishal Zaini sempat menghubungi Gidion lewat telepon guna menanyakan keberadaan laporan tersebut. "Saya bilang, laporan bencana alam itu sudah dikirim sejak Februari," katanya menambahkan.

Menurut Dia, laporan tersebut memuat secara rinci daerah yang dilanda bencana kekeringan, berikut permintaan bantuan 250 unit pompa air untuk dibagikan kepada warga yang bermukim di daerah aliran sungai. Pasalnya, hanya daerah aliran sungai yang masih memiliki cukup persediaan air. Tujuannya. air dialirkan lewat pompa ke lahan pertanian agar bisa diolah.

Kekeringan memang mengakibatkan hampir seluruh areal pertanian di Sumba Timur gagal panen. Bencana itu memicu 18 ribu lebih keluarga harus segera diberi bantuan pangan darurat. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur telah menyiapkan beras sebanyak 100 ton yang bersumber dari cadangan beras pemerintah kabupaten, namun, baru akan disalurkan pada Senin (12/4).

Selain itu, tarik-menarik penggelontoran bantuan masih terjadi antara Kementerian PDT dan Kementerian Sosial. Menurut Gidion, permintaan bantuan beras yang disampaikan kepada Kementerian Sosial sebanyak 2.000, ternyata dikembalikan ke Kementerian PDT.

Persoalan yang sama juga terjadi di pemerintah provinsi. Dia mengatakan, permintaan bantuan sebesar 100 ton beras kepada pemerintah provinsi NTT juga belum dilayani. Bahkan, Gubernur NTT Frans Lebu Raya menurunkan tim yang dibentuknya untuk melihat dari dekat kondisi kekeringan sebelum bantuan digelontorkan.

Terkait tercecernya, laporan bencana tersebut, menurut Dia, pihaknya akan mengirim kembali laporan yang diperbaharui ke Kementerian PDT pada Senin. "Kita berharap tidak ada yang mengaitkan permintaan bantuan itu ke ranah politik," katanya.


Penegasan itu disebabkan Gidion yang kini menjadi calon kepala daerah dari partai Golkar, diduga akan memanfaatkan momentum bencana kelaparan untuk kampanye. "Kondisi ril masyarakat memang begitu, tidak ada hujan dan mereka gagal panen," cetusnya.

0 komentar:

Poskan Komentar