RIBUAN PETANI DI SUMTIM TERANCAM KRISIS PANGAN

Written By Admin on Senin, April 05, 2010 | Senin, April 05, 2010

Sedikitnya 25.080 petani di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam krisis pangan hebat menyusul gagal panen akibat kekeringan. Tanaman pertanian yang jumlahnya mencapai 15.476,42 hektera (ha) pun meranggas karena sejak satu bulan terakhir hujan tidak lagi turun di sana.

Pada Februari 2010, hujan memang turun di Sumba tetapi tidak berlangsung lama. Kondisi ini memaksa petani berupaya sendiri memenuhi pangan masing-masing dengan mengambil iwi (umbi) ke hutan sekitar.

Ancaman kelaparan kian mendekat jika pemerintah tidak segera mengirim bantuan bahan makanan.
Informasi yang dihimpun Media Indonesia menyebutkan, kondisi tersebut juga belum menarik perhatian calon kepala daerah yang bakal berlaga pada pemilihan kepala daerah Sumba Timur pada 3 Juni 2010. "Pemerintah daerah mulai mengirim bantuan beras, sedangkan dari partai politik belum sama sekali," tutur Diana, warga Waingapu, ibu kota Sumba Timur yang dihubungi lewat telepon dari Kupang, Minggu (4/4).

Petani yang terancam kelaparan itu hanya mengandalkan curah hujan untuk mengolah persawahannya, yakni terdapat di Kecamatan Pahunga Lodu, Lewa, Lewa Tidahu, Karera, Umalulu, Pandawai, dan Mahu. Tanaman pertanian yang gagal panen itu meliputi padi, singkong, jagung, kacang tanah, kacang hijau, dan umbi.(PO/OL-02)

0 komentar:

Poskan Komentar