SUMBA TIMUR BUTUH 800 UNIT POMPA AIR

Written By Admin on Minggu, April 18, 2010 | Minggu, April 18, 2010

MI - Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur membutuhkan sedikitnya 800 unit pompa air untuk menyalurkan air dari sungai ke areal pertanian yang kekeringan.

Langkah itu bertujuan mengantisipasi dampak kekeringan semakin parah pada kemarau tahun ini. Menko Kesra Agung Laksono mengatakan itu ketika mengunjungi Desa Hambapraiang, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur, Sabtu (17/4). Agung bertolak ke Sumba Timur untuk memantau dari dekat krisis
pangan terkait gagal panen.

Dia mengatakan, ratusan pompa itu sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan daerah aliran sungai. Sungai di Sumba Timur hingga April ini memang belum mengering, akan tetapi warga sulit mengalirkan air dari sungai ke lahan pertanian karena ketiadaan pompa. Meski begitu, ia mengakui bahwa hanya
sedikit areal yang kekeringan, berada dekat bantaran sungai.

Karena itu menurut Dia, pemerintah daerah perlu membangun embung untuk menampung air pada musim hujan. Air yang ditampung tidak saja bermanfaat untuk tanaman pertanian, tetapi juga untuk ternak dan kebutuhan manusia. Bencana gagal panen tahun ini melanda 18.559,221 hektare (ha) tanaman padi, jagung, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar. Gagal panen tersebut terjadi di 156 desa, menimpa 31.002 keluarga.

"Ada kerawanan pangan, tetapi tidak semua (warga). Kita perlu antisipasi supaya tidak sampai pada keadaan yang lebih parah dan menimbulkan kelaparan," katanya.

Agung mengatakan, bantuan pompa baru disalurkan setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kajian mengenai kebutuhan pompa tersebut. Pasalnya, dua kabupaten lainnya yakni Sumba Barat dan Sumba Tengah juga akan diberi bantuan pompa air.

Dua kabupaten itu sesuai laporan yang diterima Kementerian Menko Kesra juga dilanda kekeringan. Kekeringan di Sumba Barat mengakibakan 17 ribu ha tenaman pertanian gagal panen, termasuk di Sumba Tengah yang mencapai 11.000 ha.

Adapun di Sumba Barat Daya yang merupakan daerah surplus beras, juga dilanda kekeringan. "Ada 400 keluarga gagal panen sudah dibantu dengan beras cadangan pemerintah," kata Bupati Sumba Barat Daya Kornelis Kodi Mete. Selain beras, Agung juga memberikan bantuan uang sebanyak Rp500 juta yang akan dibagi untuk empat kabupaten yang dilanda kekeringan di Sumba.

0 komentar:

Poskan Komentar