JENAZAH MARTINI TERAPUNG DI KAMBANIRU

Written By Admin on Minggu, Mei 09, 2010 | Minggu, Mei 09, 2010

WAINGAPU - Warga di sekitar Sungai Kambaniru, Jumat (8/5/2010) sekitar pukul 07.50 Wita pagi geger. Ada sesosok mayat terapung di sungai itu.

Mayat yang setelah diidentifikasi bernama Martini Dau Riwu pertamakali ditemukan oleh siswa SMA bernama Hendrik Wili Ate saat melintasi jalan di tepi sungai menuju sekolah. Martini diduga bunuh diri dengan terjun ke sungai.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan, Martini yang merupakan warga Popa, Km2, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, diduga memilih terjun ke sungai karena stress penyakit stroke yang dideritanya sebulan yang lalu tidak kunjung sembuh. Keterangan ini diperkuat sang suami Abraham dan saudara kembar korban An Riwu.

Dalam keterangannya kepada polisi yang mendatangi TKP, An Riwu mengatakan, dua bulan yang lalu korban terserang penyakit stroke. Keluarga sudah berupaya untuk mencari pengobatan terhadap korban. Namun karena tidak kunjung sembuh, kata An Riwu, korban stress dan nekad mengambil jalan pintas untuk bunuh diri.

Hal senada disampaikan suami korban, Abraham. Abraham mengatakan, pada Kamis (7/5/2010) malam, korban sudah mencoba bunuh diri menggunakan pisau. Namun berhasil diselamatkan keluarga.

Pada Jumat pukul 05.00 pagi, kata Abraham, korban keluar rumah dengan alasan ingin jalan pagi. Sampai akhirnya keluarga menerima informasi korban ditemukan tidak bernyawa di Sungai Kambaniru, Jumat pagi.

Jenazah korban ditemukan oleh seorang siswa bernama Hendrik Wili Ate yang pagi itu menyusuri jalan di pinggir sungai menuju sekolahnya. Saat itu saksi melihat ada sesosok mayat terapung di sungai itu.

Hendrik kemudian melaporkan hal tersebut kepada sang kakak Frans Peter Kote. Dengan menggunakan kayu, Frans Peter Kote menarik mayat Martini ke tepi sungai dan menahan dengan perahu agar tidak terbawa arus sungai. Frans kemudian meminta warga melaporkan temuan mayat tersebut kepada polisi. Dalam tempo sekitar 20 menit, polisi dari Polres Sumba Timur tiba di lokasi.

Saat ditemukan, tubuh korban masih hangat. Korban diduga baru meninggal sekitar 30 menit sebelum ditemukan warga. Hanya perut korban yang membesar diduga terlalu banyak menelan air. Polisi langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu untuk dilakukan visum. Setelah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, jenazah korban langsung dibawa keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan.
[sumber : poskupang online]

0 komentar:

Poskan Komentar