GBY - MK MANTAP DI PUNCAK

Written By Admin on Rabu, Juni 09, 2010 | Rabu, Juni 09, 2010

WAINGAPU - Posisi pasangan Gidion Mbilijora-Matius Kitu (GBY-MK), calon bupati-wakil bupati yang diusung Partai Golkar, terus menguat. Senin (7/6), pukul 18.00 Wita kemarin, perolehan suara pasangan kolaborasi etnis ini mencapai 49,75 persen.

Dari 140.486 daftar pemilih tetap (DPT) pemilukada Sumba Timur, sebesar 79,36 persen menggunakan hak pilihnya. Sekretaris KPU Sumba Timur, Hendrik Makaborang kepada Timor Express di ruang kerjanya, Senin kemarin, menegaskan jumlah suara yang diraih pasangan GBY-MK sebesar 54.912 suara.

Posisi kedua, kata Hendrik, masih ditempati pasangan Umbu Manggana-Khristofel Praing (Maraing) dengan 19.650 suara (17,80 persen) disusul Lukas Mbadi Kaborang-Rambu Lika Atahumba (Luri) 13.596 suara (12,32 persen), Langu Pindingara-Kabunang
Rudyantohunga (Pinang) 11.519 suara (10,44 persen) dan Emanuel Babu Eha-Umbu Hapu Mbeju (Maju) 10.690 suara (9,69 persen). Meski tidak signifikan, terangnya, jumlah suara yang diraih lima paket calon per kecamatan juga mengalami kenaikan.

Di kecamatan Kambera, misalnya, GBY-MK meraih 9.289 suara. Urutan kedua ditempati Maraing dengan 3.980 suara disusul Maju 1.818 suara, Pinang 867 suara dan Luri 611 suara. "Di kecamatan Pandawai, GBY-MK meraih 2.985 suara, Luri 813 suara, Maju 2.077 suara, Pinang 377 suara, Maraing 1.445 suara. Paket Maraing unggul di kecamatan Umalulu.

Suara yang diraih pasangan ini sebesar 4.976 suara disusul GBY-MK 2.569 suara, Luri 505 suara, Maju 426 suara dan Pinang 208 suara," jelasnya. Wakil Ketua DPC PDIP Sumba Timur, Amos Mandja Landupraing, salah satu dari tiga parpol pengusung paket Maraing, mengakui keunggulan GBY-MK.

Menurut Amos, dengan kapasitas incumbent Gidion Mbilijora memiliki peluang lebih besar memainkan perannya menarik simpati publik menjelang pemilukada 3 Juni. "Kita harus akui bahwa kapasitas incumbent menjadi penentu kemenangan GBY-MK. Kalau paket Maraing harus keluar dana sendiri untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Ini jauh berbeda dengan incumbent yang bisa menggunakan kesempatan kunjungan kerja untuk bersosialisasi diri," paparnya.

Namun penegasan Amos dimentahkan Ali Oemar Fadaq, Wakil Ketua Bidang OKK DPD II Partai Golkar Sumba Timur. Menurutnya, meski juga menguntungkan, incumbent bukan penentu utama kemenangan GBY-MK di Pemilukada 3 Juni. "Masyarakat Sumba Timur mayoritasnya sudah telanjur mencintai figur pak Gidion Mbilijora, baik ketika masih menjabat Wakil Bupati maupun Bupati sepeninggal mantan Bupati Sumba Timur almarhum Umbu Mehang Kunda.

Karakter rendah hati yang dimiliki pak Gidion Mbilijora dan pak Matius Kitu adalah penentu kemenangan mereka di Pemilukada 3 Juni lalu. Kita harus akui itu," tandas Ali yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPRD Sumba Timur ini.

Terpisah, bupati Sumba Timur terpilih, Gidion Mbilijora mengungkapkan, akan segera menerapkan sejumlah program pembangunan yang dicetusnya bersama Matius Kitu usai dilantik 31 Agustus nanti.

Dalam merancang pembangunan daerah periode tahun 2010-2015, jelas mantan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Setda Sumba Timur itu, pihaknya mengelompokkannya dalam empat program utama dan diberi nama Catur Program Generasi Ke III dengan Motto 'Membangun dan Melayani dengan Tulus'.

Untuk melaksanakan program dimaksud, dia dan Matius Kitu akan menempuh strategi pembangunan yang berkelanjutan, inovatif dengan mempercepat dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang dimaksudkan untuk meningkatkan pembangunan daerah yang telah ada melalui langkah-langkah yang inovatif dengan memanfaatkan semua potensi daerah secara berimbang, berkeadilan dan bertanggungjawab.

"Strategi tersebut kami tempuh sebagai upaya menjawab permasalahan yang ada dan akan dihadapi seperti masalah kemiskinan dan pengangguran, rendahnya kualitas SDM, rendahnya partisipasi masyarakat dan rendahnya pemahaman hukum dan HAM. Ini permasalahan dan menjadi kendala utama di Kabupaten Sumba Timur saat ini dan lima tahun ke depan.

Untuk itulah, dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Sumba Timur yang lebih
sejahtera, mandiri dan berkadilan serta religius dan terdepan maka dibutuhkan sosok pemimpin yang inovatif, tegas, bijaksana, rendah hati dan tulus dalam melayani masyarakat. Ini dimaksudkan agar tercipta sebuah pemerintahan yang bersih dan berwibawa," tukasnya.

[Sumber : Timor Express]

0 komentar:

Poskan Komentar