KALAH TARUHAN YOSUA GANTUNG DIRI

Written By Admin on Senin, Juni 07, 2010 | Senin, Juni 07, 2010

WAINGAPU - Diduga kalah taruhan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Sumba Timur, Yosua Penang Hama Touna (29), warga Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, gantung diri.

Yosua nekad mengakhiri hidupnya setelah paket calon bupati/calon wakil bupati yang dijagokannya kalah dari paket lain.
Yosua ditemukan tewas gantung diri oleh istrinya Yuliana Ngguna Ay di salah satu kamar di rumahnya, Sabtu (5/6/2010) pagi.

Yuliana menuturkan, pada pagi hari sebelum ajal menjemputnya, korban sempat mengungkapkan kekecewaannya tanpa memberitahukan apa penyebab kekecewaannya.


Pada pukul 08.00 Wita, kata Yuliana, korban menyuruhnya pergi mengikuti acara di salah satu keluarganya. Sang istri sempat menolak pergi ke acara tersebut. Namun korban memaksanya. Akhirnya sang istri luluh juga. Satu jam kemudian, Yuliana kembali ke rumah mereka.


Yuliana mengaku sempat mencari suaminya keliling rumah sebelum menemukan tubuh korban tergantung di kamar tidur mereka.


Yuliana mengaku telah melihat gelagat tidak bagus pada suaminya. Karena itu, ia menolak ketika disuruh suaminya mengikuti acara keluarga. Gelagat itu, antara lain pagi itu korban tiba-tiba mencium dirinya dan putra mereka sebelum keduanya pergi mengikuti acara keluarga.


Informasi yang diperoleh Pos Kupang dari salah satu tetangga korban, saat pemilu kada Sumba Timur, 3 Juni lalu, korban menjagokan paket Luri di TPS dekat rumahnya. Korban begitu yakin paket Luri menang di TPS itu karena TPS tersebut basis pendukung Paket Luri. Sementara lawannya menjagokan paket GBY-MK.


Setelah hasil penghitungan di TPS tersebut dimenangkan GBY-MK, korban kecewa dan stres hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.


Kasat Reskrim Polres Sumba Timur, Iptu Mayndra Eka Wardana yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (5/6/2010 siang, mengatakan, jenazah korban sudah divisum di RSUD Umbu Rara Meha.

Hasil visum menjelaskan bahwa korban murni gantung diri. Pihak keluarga pun menerima kematian korban dan tidak ingin jenazah korban diotopsi. Pada hari itu juga, keluarga langsung membawa pulang jenazah korban ke rumah duka.

[Sumber : Pos Kupang]

0 komentar:

Poskan Komentar