MAYAT TERPANGGANG, POLISI SIMPULKAN KECELAKAAN MURNI

Written By Admin on Selasa, Juni 22, 2010 | Selasa, Juni 22, 2010

WAINGAPU - Indra Tamrin Ayub, mayat yang ditemukan terpanggang di Jalan Matawai Amahu, Kelurahan Kambajawa, Minggu (20/6/2010), murni akibat kecelakaan lalu lintas. Korban diduga mabuk berat saat mengendarai sepeda motornya sehingga menabrak bis selokan sebelum terbakar. Api yang membakar korban berasal dari karburator sepeda motor yang dikendarainya.

Demikian kesimpulan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Sumba Timur, Iptu Mayndra Eka Wardana, ketika dihubungi Pos Kupang melalui telepon, Senin (21/6/2010).

Melalui pesan singkatnya yang dikirim kepada Pos Kupang, Mayndra mengatakan, pada hari kejadian, Minggu (20/6/2010), pihaknya sudah menyampaikan kepada keluarga bahwa korban meninggal terpanggang karena tabrakan. Saat tabrakan, kata Mayndra, korban di bawah pengaruh alkohol.

Kesimpulan polisi, kata Mayndra, sama dengan keterangan dari dokter yang melakukan otopsi luar terhadap jenazah korban.

"Dari kemarin sudah disampaikan kalau terjadi kecelakaan akibat mabuk berat. Sama juga keterangan versi dokter. Anggota juga sudah beberapa kali ke rumah. Yang aneh kok ada yang memberikan keterangan itu dibunuh, dari mana asalnya? Bahkan pernyataan kalau tidak ada kerusakan di motor (sepeda motor, Red). Sedangkan casis motor bengkok semua karena tumbukan keras dengan bis parit," demikian pernyataan Mayndra yang diterima Pos Kupang, Senin sore, sekitar pukul 17.37 Wita.

Mayndra melanjutkan, sampai dengan hari itu, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak yang diduga terlibat. "Sampai sekarang masih dilakukan pemeriksaan terhadap semua yang terlibat," kata Mayndra dalam pesan singkatnya beberapa detik kemudian.

Masih melalui pesan singkat, Mayndra mengatakan, api yang membakar tubuh korban berasal dari karburator sepeda motor yang pecah dan bensin terbakar karena korsleting. "Karburator motor pecah, bensin terbakar dari korsleting," lanjut Mayndra dalam pesan singkat ketiga pada pukul 17.47 Wita.

Pada hari kejadian itu, Mayndra tidak bisa dikonfirmasi langsung tentang masalah tersebut karena berbagai kesibukannya. Dia memberi klarifikasi hanya melalui SMS.

Sementara pihak keluarga melihat berbagai kejanggalan pada kematian korban sehingga keluarga menduga kematian korban tidak wajar.

"Kita akan bicarakan lagi dengan keluarga untuk menentukan sikap karena banyak kejanggalan yang kita temukan," kata kakak korban.

[Sumber : Pos Kupang]

0 komentar:

Poskan Komentar