TAMBANG WANGGAMETI : BERKAT BAGI KAMI...!

Written By Admin on Senin, Agustus 09, 2010 | Senin, Agustus 09, 2010

KEHADIRAN tambang emas di Wanggameti mungkin bencana bagi lingkungan hidup dalam jangka waktu panjang. Namun masyarakat di sekitar lokasi tambang, menilai kehadiran PT Fathi Resources, investor yang melakukan kegiatan ekplorasi tambang di daerah itu merupakan berkat bagi mereka.

Mereka tidak tahu bahkan mungkin tidak mau tahu tentang dampak negative yang akan mereka atau anak cucu mereka rasakan lima, sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang. Bagi mereka, yang penting hari itu bisa dapat uang dan bisa makan. Soal lima atau sepuluh tahun yang akan datang itu urusan nanti. " Mereka itu berkat bagi kami... Di saat kami kesulitan pangan mereka yang bantu," kata Kapading Maramba, salah satu warga di Desa Wanggameti.

Ya, perubahan secara ekonomi terhadap masyarakat di Desa Wanggameti khususnya di sekitar lokasi tambang memang mulai terlihat. Anak-anak bisa sekolah dengan pakaian layak, para remaja dan orang tua bisa memiliki sepeda motor, masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih.

Wajar jika kehadiran PT Fathi Resources dianggap pahlawan. Kehadiran perusahaan itu bersamaan dengan bencana kekeringan yang berdampak kepada gagal tanam dan gagal panen di daerah itu. Masyarakat yang nota bene matapencahariannya petani jelas akan kesulitan menafkahi keluarga. Agar dapur bisa mengepul, terpaksa masuk hutan mencari iwi atau ubi hutan. Namun dengan kehadiran PT Fathi Resources, mereka tidak perlu lagi masuk hutan. Para remaja, suami yang sebelumnya bertani atau pengangguran mendapat lapangan kerja dengan upah di atas upah minimum Propinsi NTT (UMP) yang belum tentu bisa mereka dapatkan sebelumnya saat masih bertani di kebun. Belum lagi dampak yang lain seperi dari sewa rumah untuk karyawan dan sewa tanah untuk kepentingan selama eksplorasi berlangsung.

Salah satu warga yang merasakan dampak positif dari kehadiran PT Fathi Resources yaitu Kapading Maramba (52). Mantan salah Kaur Umum di Desa Wanggameti ini menuturkan, kehadiran PT Fathi Resources sangat membantu ekonomi keluarganya. Uang sewa rumah dari PT Fathi Resources membantunya menyekolahkan anak-anaknya. Selain itu, dirinnya mendapat kesempatan kerja di perusahaan tersebut. Ia mengaku sejauh ini belum merasakan dampak negative dari kehadiran tambang di daerah itu karena masih dalam tahap penyelidikan. Jika memang ada dampak negative ia meminta pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Terlepas dari dampak negative yang akan terjadi kemudian, Kapading mengatakan saat ini masyarakat di sekitar tambang telah telah merasakan perubahan secara ekonomi sejak kehadiran tambang di daerah itu. Meskipun terbantu secara ekonomi, Kapading mengatakan, apabila dalam kegiatan eksplorasi ada kesalahan atau mengarah kepada pengrusakan lingkungan khususnya hutan Wanggameti, pihaknya siap menegur PT Fathi. `Sejauh ini kita belum melihat ada dampak negative. Semua masih baik-baik saja. Tidak ada kayu-kayu yang dipotong. Yang ada hanya semak," katanya. Lokasi tambang sebagian besar memang ada dalam lahan masyarakat, dan masih belum menunjukkan kerusakan sebagaimana disampaikan FPL Sumba Timur. Bahkan, kata Kapading menebang pohon masyarakat seperti kemiri, waru dan kaliandra juga tidak dilakukan PT Fathi Resources.

Kapading juga mengatakan tidak menyalahkan pihak yang menolak tambang karena tujuannya baik untuk menjaga hutan di Sumba Timur. Tinggal bagaimana pemerintah daerah mempertemuakn dua belah pihak dan mencari keluar tentang persoalan tersebut.

[Sumber : Pos Kupang]

1 komentar:

jimmy. w mengatakan...

masa sih....?

Poskan Komentar