RIBUAN MASSA KAWAL MBILIJORA - KITU

Written By Admin on Rabu, September 01, 2010 | Rabu, September 01, 2010

WAINGAPU - Pelantikan pasangan Drs. Gidion Mbilijora, M.Si dan dr. Matius Kitu, Sp.B menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Selasa (31/8/2010), merupakan pelantikan termeriah dalam sejarah Kabupaten Sumba Timur. Baru kali ini pelantikan bupati dan wakil bupati 'dikawal' dan dihadiri puluhan ribu massa.

Menariknya, massa yang datang itu atas inisiatif sendiri dengan biaya dari kantong sendiri, meskipun sampai di Waingapu panitia melalui para camat menyediakan makan dan minum untuk mereka.

Mereka datang menggunakan angkutan umum seperti bus. Ada juga yang menggunakan truk-truk bak terbuka, sepeda motor menempuh perjalanan yang begitu jauh hanya untuk menyaksikan pemimpin pilihannya dilantik.

Tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan pelantikan Gidion-Matius menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur sempat membuat panitia berpikir untuk merancang acara pelantikan di panggung terbuka disaksikan langsung oleh masyarakat di daerah itu. Namun dengan alasan keamanan, pelantikan tetap dilakukan di dalam gedung.

Banyaknya warga masyarakat yang hadir dan ingin menyaksikan langsung acara pelantikan membuat panitia kewalahan. Tenda dan tempat duduk yang disiapkan tidak mampu menampung seluruh masyarakat yang hadir. Sebagian dari mereka rela berdiri berjam-jam di bawah terik matahari untuk mendengar dan menyaksikan jalannya acara pelantikan melalui layar monitor yang disiapkan panitia.

Kayak dan kakalak, teriakan khas masyarakat Sumba sebagai tanda suka cita berkali-kali dipekikkan massa yang hadir. Dua orang warga yang ditemui di sela-sela acara pelantikan mengaku rela meninggalkan pekerjaannya kemarin hanya karena ingin menyaksikan acara yang menurut mereka cukup istimewa itu.

Yusuf Ndaha Way, seorang petani dari Desa Kamanggi, Kecamatan Kahaunga Ety, mengaku sengaja merencanakan jauh sebelumnya untuk menghadiri acara pelantikan bupati dan wakil bupati. "Hari ini saya tidak masuk kebun. Besok baru kembali ke kebun karena hari ini hari istimewa. Saya ingin melihat langsung pilihan saya dilantik," kata Yusuf. Yusuf datang ke Waingapu menumpang truk terbuka yang disiapkan Pemerintah Kecamatan Kahaunga Ety.

Masih beruntung Yusuf yang tidak mengeluarkan biaya untuk transportasi, Frederik Eduardus Njaka (33) rela naik sepeda motor dari Desa Kuruwaki, Kecamatan Pahunga Lodu menempuh jarak 125 kilometer hanya untuk menyaksikan pemimpinya dilantik. "Saya dan teman-teman berangkat dari Kuruwaki pukul 06.30 Wita karena kami dengar acara pelantikan pukul 09.00 wita. Kami datang dengan biaya sendiri. Kalau di sini dapat makan syukur, tidak dapat makan kami cari sendiri di warung-warung dengan biaya sendiri. Bagi kami yang penting bisa lihat langsung pilihan kami dilantik," kata Frederik.

Acara adat
Pelantikan Bupati -Wakil Bupati Sumba Timur diawali dengan acara adat, yakni penyerahan pasangan Gidion dan Matius dari pihak keluarga kepada DPRD Sumba Timur untuk dilantik. Acara ini diawali dengan pembicaraan adat oleh wunang (juru bicara) yang mewakili keluarga dan pihak DPRD secara terbuka di atas panggung yang disaksikan seluruh undangan dan pendukung pasangan ini. Setelah pembicaraan adat dilanjutkan dengan penikaman seekor babi jantan di halaman Gedung DPRD Sumba Timur.

Setelah diterima DPRD Sumba Timur, pasangan Gidion-Matius bersama Gubernur NTT dan rombongan masuk ke tempat pengambilan sumpah. Ketua Umum Partai Golkar, Abu Rizal Bakri, yang terbang khusus dari Makassar ke Sumba Timur masuk dalam rombongan tersebut.

Rangkaian upacara adat belum berakhir. Pada saat pengucapan sumpah dan janji selesai, para tokoh adat di yang ada di halaman Gedung DPRD Sumba Timur langsung memotong seekor kerbau jantan merah sebagai bentuk pengukuhan dan dukungan masyarakat terhadap pasangan ini. Sementara para tamu disambut dengan tarian adat dan suguhan khas Sumba, sirih dan pinang.

Kemeriahan acara pelantikan semakin lengkap dengan hadirnya NTT Voice, dua artis dari Surabaya yang didatangkan BRI Cabang Waingapu untuk acara tersebut. Juga tampil band dan penyanyi lokal Sumba Timur. Termasuk ikut menyumbangkan suara emasnya, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Ketua DPRD Propinsi NTT, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, Wakil Bupati Sumba Timur, dr. Matius Kitu serta para pejabat lainnya.

[Sumber : Pos Kupang]

0 komentar:

Poskan Komentar