KEMATIAN IBU DAN ANAK MASIH TINGGI DI SUMBA

Written By Admin on Jumat, November 26, 2010 | Jumat, November 26, 2010

WAINGAPU - Lembaga kerja sama Australia-Indonesia untuk kesehatan ibu dan anak (AIPMNH) memperpanjang program kerja sama dengan Pemda Sumba Timur dan Sumba Barat sampai 2011. Sebab angka kematian ibu dan anak di daerah ini masih tinggi.

Demikian Ketua AIPMN Propinsi NTT, Mr. Angela dalam lokakarya penyusunan perencanaan program AIPMNH 2011, di Hotel Elvin Waingapu, Senin (22/11/2010).

Lokakarya itu dihadiri Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora dan pejabat Pemda Sumtim dan Sumbar. Lokakarya membahas khusus Program Rrevolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan pengenbangannya di tahun 2011.

Angela mengatakan, AIPMNH akan melanjutkan program di Sumba Timur dan Sumba Barat tahun 2011. Dia meminta dukungan dan kerja sama kedua daerah untuk menyukseskan program tersebut, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan.

Dalam rangka penyusunan rencana kerja AIPMNH 2011 itu, kata Angela, digelar lokakarya. Lokakarya bertujuan mengembangkan rencana kerja program AIPMNH yang lebih baik dan tepat guna.


Angela memberikan apresiasi terhadap pemerintah dua kabupaten karena komit mendukung program AIPMNH.
Ia berharap agar pemda dua kabupaten melalui instansi terkait bisa bekerjasama menekan angka kematian ibu dan anak yang menjadi tujuan dari kehadiran Program AIPMNH di dua kabupaten ini.


Bupati Gidion Mbilijora menyatakan menyambut baik kehadiran program AIPMNH di Sumba Timur. Dia mengatakan, beberapa waktu sebelumnya, tim Ausaid melakukan penelitian tentang KIA di Sumba Timur namun hasilnya masih dalam proses dan dan hingga kini belum disampaikan ke pemda setempat.

Ia berharap dinas terkait yang ada di daerah itu bisa bekerjasama mendukung suksesnya Program AIPMNH. Gidion menegaskan, tingginya angka kematian ibu dan anak di daerah ini disebabkan beberapa faktor antara lain pendarahan yang menyebabkan anemia pada ibu hamil dan kurang gizi pada bayi dan balita.

Kabupaten Sumba Timur dalam perubahan APBD II 2010 telah menganggarkan dana untuk membantu program AIPMNH. Untuk mempertegas komitmen pemda dalam mengurangi kematian ibu dan anak, katanya, Pemda Sumtim akan menetapkan Program Revolusi KIA dalam bentuk perda yang segera disahkan akhir tahun ini.

[ Sumber : Pos Kupang ]

0 komentar:

Poskan Komentar