MINYAK TANAH LANGKA DI WAINGAPU

Written By Admin on Minggu, November 07, 2010 | Minggu, November 07, 2010

WAINGAPU - Dalam beberapa hari terakhir, warga Waingapu dan sekitarnya mengalami kelangkaan minyak tanah. Kelangkaan ini menyebabkan harga minyak tanah di beberapa tempat melonjak menjadi Rp 4.500-Rp 5.000/liter.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Sumba Timur, Drs. Longginus Nganggur yang dihubungi melalui telepon, Jumat (5/11/2010), mengatakan, berdasarkan informasi dari agen, pasokan minyak tanah dari Pertamina untuk Sumba Timur menurun sejak bulan lalu.

Longginus mengatakan, tidak jelas alasannya mengapa pihak Pertamina mengurangi alokasi minyak tanah untuk daerah itu. "Saya sempat telepon Pak Muji (Kepala Depot Pertamina Waingapu, Red.) kemarin untuk konfirmasi tentang pengurangan alokasi tersebut tapi tidak dijawab," kata Longginus.

Informasi yang diperoleh dari pihak agen, terang Longginus, jatah minyak tanah untuk Sumba Timur seharusnya 195 kilo liter/bulan turun menjadi 185 KL.
Masih informasi dari agen, kata Longginus, pengurangan alokasi karena stok minyak tanah di Depot Pertamina Waingapu menipis akibat keterlambatan kapal tanker.

Dia mengatakan, pengurangan jatah minyak tanah juga disampaikan pihak pangkalan. Mereka mengaku dalam sebulan terakhir jatah minyak tanah dari agen berkurang. Kondisi ini dimanfaatkan oknum tertentu dengan memborong minyak tanah di pangkalan lalu menjual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal.
Pihak yang paling merasakan dampak dari pengurangan minyak tanah ini selain rumah tangga juga usaha kecil seperti pedagang kaki lima dan usaha warung makanan.

Ia menyayangkan kebijakan Pertamina mengurangi alokasi minyak tanah ke daerah ini tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah. Padahal ketika terjadi gejolak di masyarakat, pemerintah paerah yang paling dipusingkan.

"Seharusnya kalau ada pengurangan jatah koordinasikan dengan pemerintah daerah agar pemerintah bisa memantau di lapangan karena pengawasan di lapangan menjadi tugas pemerintah daerah. Kalau terjadi gejolak di masyarakat, pemerintah yang pusing mengaturnya," kata Longginus.

Kelangkaan minyak tanah di Kota Waingapu dan sekitarnya juga diduga karena penimbunan yang dilakukan pangkalan dan pihak pengecer. Pangkalan diduga sengaja memanfaatkan pengurangan pasokan untuk menimbun minyak tanah dan menjualnya kembali ke pedagang di daerah terpencil dengan harga jauh lebih tinggi.

Karena itu, beberapa ibu rumah tangga di Kelurahan Kemala Putih minta pemerintah daerah dan pihak kepolisian melakukan sidak ke pangkalan, agen dan gudang kontraktor serta pengecer.

[Sumber : Pos Kupang]

0 komentar:

Poskan Komentar